Pamekasan (beritajatim.com) – Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Pamekasan, menegaskan tidak ada arahan khusus secara kelembagaan untuk memilih salah satu pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati tertentu pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 di Pamekasan.
Pada momentum pesat demokrasi tersebut, pihaknya juga menegaskan terbuka untuk semua paslon, sekaligus memberikan kebebasan secara menyeluruh bagi warga Muhammadiyah untuk memilih sesuai hati nurani dan pilihan masing-masing.
Bahkan sebelumnya pihaknya juga mengimbau warga Muhammadiyah, agar ikut serta mensukseskan pelaksanaan pilkada serentak di Pamekasan. “Secara institusional jelas, Muhammadiyah tidak ada dukungan terhadap salah satu paslon tertentu,” kata Ketua PD Muhammadiyah Pamekasan, Azis Azhari, Kamis (10/10/2024).
“Kalaupun begitu, kami tetap mengimbau seluruh warga Muhammadiyah, agar ikut serta dan berpartisipasi menyukseskan pelaksanaan pilkada mendatang. Tapi soal pilihan kami serahkan kepada masing-masing warga,” ungkapnya.
Memang sebelumnya juga ada salah satu paslon pilkada Pamekasan, berkunjung bersama organisasi yang dipimpinnya. “Kunjungan itu sebagai bentuk silaturahim dan bukan berarti dukungan, tetapi sebagai bentuk sinergi,” tegasnya.
“Jadi sejauh ini kami belum tahu siapa nanti yang akan terpilih, tapi kedepan kita tetap membangun sinergi bersama paslon terpilih, guna membangun Pamekasan, menuju arah yang lebih baik,” sambung dosen IAI Al-Khairat Pamekasan.
Disinggung soal kriteria ketiga paslon yang tepat bagi organisasi yang dipimpinnya, pihaknya menegaskan jika sosok pilihan harus sesuai dengan prinsip organisasi. “Warga Muhammadiyah itu arahannya amar makruf nahi mungkar, sesuai prinsip organisasi,” pungkasnya.
Seperti diketahui, tiga paslon pilkada Pamekasan, masing-masing pasangan Fattah Jasin dan Mujahid Anshori (TAUHID), pasangan KH Kholilurrahman dan Sukriyanto (KHARISMA), serta pasangan Muhammad Baqir Aminatullah dan Taufadi (BERBAKTI). [pin/kun]






