Gresik (beritajatim.com) – Suasana hangat penuh kebahagiaan menyelimuti halaman Kantor Pemkab Gresik, Rabu pagi (18/03/2026). Sejak matahari mulai meninggi, ratusan warga tampak berkumpul dengan wajah semringah, membawa tas dan harapan untuk segera bertemu keluarga di kampung halaman.
Tawa kecil, pelukan hangat, hingga lambaian tangan menjadi pemandangan yang tak terpisahkan dalam momen pemberangkatan program mudik gratis 2026.
Sebanyak 750 pemudik resmi diberangkatkan menggunakan 15 unit bus menuju berbagai daerah di Jawa Timur. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat agar bisa merayakan Lebaran dengan lebih aman dan nyaman.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau yang akrab disapa Gus Yani menegaskan bahwa program ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman, nyaman, dan tanpa biaya. Semoga perjalanan lancar dan bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengingatkan pentingnya keselamatan selama perjalanan mudik. Ia berharap keberadaan bus gratis ini mampu menekan angka kecelakaan, terutama bagi pemudik yang biasanya menggunakan sepeda motor.
“Kami mengimbau seluruh pemudik untuk tetap menjaga keselamatan. Dengan fasilitas ini, diharapkan masyarakat bisa mudik dengan lebih aman dan nyaman,” tegasnya.
Tahun ini, Pemkab Gresik menyiapkan tujuh rute utama yang disesuaikan dengan kebutuhan warga, meliputi tujuan Banyuwangi, Jember, Blitar, Trenggalek, Magetan, Ponorogo, hingga Ngawi. Dari seluruh rute tersebut, jalur menuju Ponorogo menjadi yang paling diminati dengan lima armada bus.
Tepat pukul 08.00 WIB, suasana haru mencapai puncaknya saat jajaran Forkopimda secara simbolis melepas keberangkatan bus pertama. Sorak bahagia dan doa mengiringi perlahan lajunya armada yang meninggalkan halaman Pemkab Gresik.
Bagi para pemudik, perjalanan ini bukan sekadar pulang, tetapi juga tentang rindu yang terbayar dan kebersamaan yang telah lama dinantikan. [dny/ian]






