Surabaya (beritajatim.com) – PT Multi Spunindo Jaya (MSJA), perusahaan nonwoven terkemuka di Indonesia, berhasil mencatat dua prestasi besar sekaligus. Selain berhasil masuk ke dalam daftar 40 perusahaan nonwoven terbaik dunia versi The Nonwovens Industry Magazine pada September 2024, MSJA juga sukses merealisasikan pengurangan emisi karbon sebesar 2,9 juta ton melalui penerapan panel surya skala industri.
Marketing Manager PT MSJA, Oko Setiaboedi, menjelaskan bahwa pengurangan emisi karbon ini dilakukan sejak April 2023 hingga Agustus 2024 sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung target Indonesia mencapai nol emisi karbon pada tahun 2060.
“Kami terus berupaya meminimalisir dampak lingkungan dengan memasang panel surya yang mampu mengurangi emisi karbon dalam jumlah signifikan, mencapai 2,9 juta ton,” ujar Oko dalam keterangan tertulis, Jumat (25/10/2024).
MSJA juga menorehkan prestasi global dengan menjadi salah satu dari 40 perusahaan nonwoven terbaik di dunia. Pencapaian ini mengukuhkan posisi MSJA sebagai pemimpin di industri nonwoven, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Keberhasilan kami masuk daftar 40 perusahaan terbaik dunia merupakan bukti bahwa inovasi dan komitmen kami dalam mengembangkan produk nonwoven mendapatkan pengakuan global,” tambah Oko.
Sebagai perusahaan yang selalu mengutamakan inovasi, MSJA tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas produk tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.
“Kami terus berinvestasi dalam teknologi baru dan mesin-mesin produksi untuk terus memperbaiki kinerja lingkungan kami di masa depan,” jelas Oko.
MSJA berkomitmen untuk melanjutkan penggunaan energi terbarukan demi mendukung keberlanjutan operasionalnya.
Selain inovasi teknologi, MSJA juga menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia melalui MSJA Academy.
“Kami memiliki nilai perusahaan yang kami tanamkan kepada seluruh karyawan agar mereka memiliki pemahaman yang jelas tentang visi, misi, dan tata nilai perusahaan. Dengan demikian, mereka bisa turut berkontribusi dalam keberhasilan ini,” imbuh Oko.
Oko optimis bahwa permintaan nonwoven akan terus meningkat, baik di pasar domestik maupun internasional. Ia juga berharap stabilitas politik global tetap terjaga agar iklim investasi di industri nonwoven semakin kondusif. [tok/beq]






