Jombang (beritajatim.com) – Warga Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, dihebohkan dengan penemuan sepasang sandal jepit warna putih di atas Jembatan Jampirogo Gang 9, Minggu Malam (12/4/2026) sekitar pukul 20.35 WIB.
Penemuan sandal tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran warga yang curiga ada dugaan orang tercebur atau kejadian darurat lainnya, mengingat sandal itu berada di tempat yang tidak biasa, tanpa pemilik yang terlihat.
Salah satu relawan, Aden, menyampaikan bahwa setelah beberapa waktu, pemilik sandal akhirnya ditemukan.
“Pemilik sandal ditemukan sekitar pukul 21.30 WIB, dia sedang berada di rumah. Ia membeli sandal baru dan sandal lama itu dibuang di situ, mau dilempar ke sungai tapi ternyata tidak jauh dari sungai. Banyak warga yang datang ke lokasi, tertawa semua saat pemilik sandal datang,” ujarnya, menggambarkan situasi yang akhirnya berujung pada tawa setelah kekhawatiran warga mereda.
Setelah menerima laporan dari warga, petugas BPBD Jawa Timur segera merespon dan mengirimkan tim ke lokasi kejadian. Achmad Kurniawan, Agen Informasi Bencana BPBD Jatim, menjelaskan bahwa meskipun ada laporan yang beredar, petugas tidak langsung melakukan pencarian. “Kami melakukan koordinasi terlebih dulu dengan perangkat desa setempat untuk memastikan identitas pemilik sandal,” jelas Kurniawan.
Dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh perangkat desa dan sejumlah relawan, diketahui bahwa pemilik sandal tersebut adalah Saiful Rokman, warga Desa Jampirogo, yang rumahnya tidak jauh dari lokasi jembatan.
“Pemilik sandal membeli sandal baru, sehingga sandal lama ditinggalkan di atas jembatan. Setelah dipastikan sandal itu milik Pak Saiful, warga langsung membubarkan diri dan dipastikan tidak ada korban dugaan bunuh diri yang meninggalkan sandal di atas jembatan tersebut,” tegas Kurniawan.
Kejadian ini yang sempat mengundang perhatian masyarakat setempat akhirnya terungkap sebagai insiden yang tidak terkait dengan kejadian darurat. Namun, peristiwa ini memberikan pengingat kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam meninggalkan barang pribadi di tempat umum, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Meskipun peristiwa ini berakhir dengan tawa, penting untuk dicatat bahwa komunikasi dan koordinasi antara pihak terkait sangat penting untuk menghindari kebingungannya masyarakat. [tin/suf]






