Surabaya (beritajatim.com)– Diskusi pada Meetup #2 yang diadakan di Surabaya membahas isu peluang kerja bagi anak muda di era digitalisasi serta tren Work From Anywhere (WFA). Inisiatif Millenial Job Center (MJC) yang dipelopori oleh Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dinilai sebagai langkah strategis dalam merespons perubahan lanskap ekonomi, terutama terkait menurunnya peluang kerja konvensional 9 to 5.
Millenial Job Center (MJC) mendapat sambutan positif dari kalangan milenial dan Gen Z. Fahmi Adara, seorang kreator digital, menilai program ini sangat relevan dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang. “Program ini membuka peluang bagi milenial dan Gen Z untuk meningkatkan keterampilan dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan tren digital saat ini,” ujar Fahmi.
MJC tidak hanya menawarkan pelatihan, tetapi juga membuka akses ke jaringan kerja yang lebih luas. Fahmi berharap program ini bisa dijadikan model di daerah lain, terutama di era di mana teknologi memainkan peran penting di berbagai sektor. “Ini bukan hanya solusi untuk Jawa Timur, tapi bisa menjadi inspirasi bagi provinsi lain di Indonesia,” tambahnya.
Emil Dardak, dalam kesempatan tersebut, menekankan pentingnya MJC untuk membantu UMKM beradaptasi di era digital. Menurut Emil, UMKM harus memiliki keunikan di tengah persaingan ketat di marketplace, dan MJC menyediakan talenta seperti fotografer dan desainer yang dapat meningkatkan daya tarik visual produk UMKM.
Emil juga menjelaskan bahwa perkembangan teknologi memungkinkan anak muda menghasilkan karya berkualitas tanpa alat mahal. “Anak-anak muda sekarang bisa membuat desain dan foto produk yang bagus hanya dengan peralatan sederhana,” katanya.
Selain itu, Emil menyoroti pergeseran strategi pemasaran dengan digital marketing, yang membuka peluang bagi UMKM untuk menargetkan audiens dengan biaya lebih kecil dibandingkan iklan konvensional. Namun, ia juga mengingatkan bahwa AI (Artificial Intelligence) menjadi tantangan bagi pekerja kreatif, sehingga penting bagi mereka untuk menguasai alat berbasis AI agar tetap kompetitif.
Program MJC sendiri telah melibatkan ribuan talenta freelance dan membantu hampir 10.000 UMKM di Jawa Timur. Emil berharap program ini terus berkembang dengan menghadirkan mentor yang membantu talenta baru dalam mengembangkan portofolio mereka. [asg/beq]






