Pacitan (beritajatim.com) – Keterbatasan lapangan kerja di Kabupaten Pacitan mendorong sebagian warga untuk mencari peluang hidup di luar Pulau Jawa melalui program transmigrasi. Tahun ini, minat masyarakat kembali terlihat setelah sempat vakum.
Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan, Supriyono, menyebutkan ada lima kepala keluarga (KK) yang sudah mengajukan diri. Mereka umumnya berharap bisa ditempatkan di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Jumlah itu meningkat dibanding tahun lalu yang hanya empat KK. “Tahun ini sudah ada 5 kepala keluarga yang sudah menanyakan program itu,” kata Supriyono, Senin (1/9/2025).
Namun, keinginan tersebut belum bisa terwujud. Pemerintah pusat saat ini memprioritaskan wilayah timur, seperti Papua dan Sulawesi, untuk penempatan transmigrasi. Alhasil, warga Pacitan menolak diberangkatkan karena tidak sesuai harapan, meski Jawa Timur tahun ini mendapat kuota 50 transmigran. “Minat warga Pacitan tidak terserap, kuotanya akhirnya diambil kabupaten lain,” jelasnya.
Ia menambahkan, di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, paradigma transmigrasi juga mengalami perubahan. Jika dulu transmigrasi sekadar memindahkan penduduk untuk membuka kawasan baru, kini diarahkan untuk membangun desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal. “Transmigrasi ditujukan untuk menciptakan pusat pertumbuhan baru yang berkelanjutan,” imbuhnya. (tri/kun)






