Surabaya (beritajatim.com)- Pernahkah Anda bongkar gudang lalu menemukan benda plastik kecil yang bikin senyum-senyum sendiri? Di tahun 2026 yang serba canggih ini, melihat barang-barang lama itu rasanya seperti bertemu sahabat lama. Bukan cuma soal bendanya, tapi soal memori “perjuangan” di baliknya.
Kalau Anda punya (atau minimal tahu) barang-barang di bawah ini, fiks Anda adalah alumni “Anak Gaul” pada masanya!
Tamagotchi: Ujian Jadi Orang Tua Virtual
Sebelum ada peliharaan digital di HP, kita punya telur plastik ini. Ingat nggak paniknya saat lagi upacara atau di tengah pelajaran, tiba-tiba terdengar bunyi “tit tit tit” dari saku? Itu tandanya si bayi piksel lapar atauyang paling gawat lagi buang air! Momen paling patah hati adalah saat bangun tidur dan cuma nemu gambar nisan atau tengkorak di layar kecilnya. Rasanya sedih banget sampai pengen pencet tombol reset pakai ujung pensil berkali-kali!
Gelang Power Balance & Jam Monol
Dulu, keren itu diukur dari pergelangan tangan. Gelang karet hitam dengan hologram “sakti” ini sempat bikin kita percaya kalau kita bisa berdiri satu kaki dengan super stabil. Ditambah lagi dengan Jam Monol warna-warni yang plastiknya khas banget, tangan kita sudah seperti pelangi berjalan.
Kamus Alfalink: Google-nya Generasi Pre-Smartphone
Bawa kamus fisik setebal bantal ke sekolah itu sudah nggak zaman bagi anak gaul. Alfalink adalah kuncinya. Meskipun niat awalnya buat belajar bahasa Inggris biar pintar, ujung-ujungnya alat ini lebih sering dipakai buat main game sederhana atau sekadar pamer kalau kita punya “gadget canggih” di dalam tas.
Tas Minmie & Kertas Binder Harvest
Buat para cewek, ini adalah paket lengkap status sosial. Tas pink dengan karakter Minmie yang centil adalah seragam wajib. Belum lagi ritual tukar-menukar kertas binder Harvest yang wanginya semerbak. Semakin langka motifnya, semakin bangga kita saat memajangnya di dalam binder bertingkat.
iPod & Sepeda Fixie
Dengerin lagu pakai iPod sambil gowes sepeda Fixie tanpa rem adalah puncak dari segala gaya hidup. Meskipun harus deg-degan setiap ketemu lampu merah atau turunan, yang penting gaya dulu!
Barang-barang ini mungkin sekarang terlihat sederhana—bahkan bagi sebagian orang terasa ketinggalan zaman. Tapi dibalik bentuk plastiknya yang kecil atau kertasnya yang tipis, tersimpan potongan masa kecil yang nggak tergantikan. Dari paniknya merawat Tamagotchi, bangganya punya koleksi kertas binder langka, sampai gaya bersepeda fixie sambil mendengarkan lagu favorit di iPod—semuanya adalah cerita kecil yang pernah kita jalani.
Mungkin teknologi sudah berubah jauh, tetapi rasa senang yang lahir dari hal-hal sederhana itu tetap sama. Barang-barang jadul ini bukan sekadar benda, melainkan mesin waktu kecil yang mampu membawa kita kembali ke masa ketika kebahagiaan terasa begitu mudah dan nyata. Lalu, apakah Anda juga punya cerita dengan salah satu benda di atas? Siapa tahu, kenangan kecil itu justru menjadi bagian paling seru dari masa sekolah Anda dulu. [Devi Dwi Windah Sari]






