Lyonnais (beritajatim.com) – 2025 menjadi tahun terburuk bagi Olympique Lyon. Belum tuntas masa skorsing entraineur Paulo Fonseca hingga November mendatang, pagi tadi OL resmi turun kasta ke Ligue 2.
Itu dipicu utang Les Gones yang menggunung. Total, utang yang ditunggak OL mencapai EUR175 juta (Rp3,3 triliun).
Keputusan tersebut diambil oleh DNCG (Direction Nationale du Contrôle de Gestion) atau badan yang mengurusi regulasi finansial persepakbolaan Prancis. Hukuman ini merupakan sikap dari DNCG lantaran peringatan keras mereka terhadap OL sejak November lalu menemui jalan buntu.
“Ada beberapa langkah strategis untuk finansial yang kami lakukan dalam beberapa pekan terakhir. Semuanya baik-baik saja. Kami akan mengajukan banding,” ujar presiden OL John Textor dilansir AP.
Beberapa langkah strategis yang dimaksud Textor adalah penjualan Rayan Cherki ke Manchester City dan Maxence Caqueret ke Como 1907. Penjualan dua pemain tersebut setidaknya menghasilkan EUR53,5 juta (Rp1,01 triliun) untuk OL.
Apalagi, Textor juga baru saja menjual saham 43 persen miliknya di Crystal Palace ke Woody Johnson, pemilik New York Nets. Textor menjualnya di angka EUR222 juta (Rp4,2 triliun).
Setidaknya, dua langkah tersebut bisa menyelamatkan OL. Tetapi, jika banding ditolak, maka posisi OL di Ligue 1 akan digantikan oleh Stade Reims yang musim ini finis di posisi 16 dan harusmenjalani playoff untuk bertahan di Ligue 1. (dio)






