Tuban (beritajatim.com) – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melaksanakan peninjauan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tuban yang dikemas dalam agenda Sosialisasi DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) bersama seluruh camat, kepala desa, pilar-pilar sosial dan orang tua sekolah rakyat yang digelar di Pendopo Krido Manunggal Tuban.
Gus Ipul sapaan akrabnya ini bersyukur para Kepala Desa, para orang tua siswa, pendamping PKH, pendamping sosial yang lain bersama forkopimda hari ini melihat perkembangan sekolah rakyat yang telah berjalan 4 bulan di sekolah rakyat terpadu 18 Tuban.
“Sekolah rakyat terpadu 18 Tuban telah terintegrasi jadi sekolah rakyat terintegrasi 18 Tuban,” ujar Gus Ipul. Jumat (06/02/2026).
Pihaknya juga menjelaskan pada bulan agustus, ada 63 titik sekolah rakyat di Indonesia, lalu pada bulan juli ada 37 titik, di bulan agustus dan akhir september 2025 ada 66 titik. Sehingga, secara keseluruhan, sekolah rintisan sekolah rakyat hampir di 166 titik atau senjumlah 16.000 atau 15000 lebih siswa dan lebih dari 2000 guru.
“Perlu kami sampaikan, di Sekolah Rakyat ini semua digitalisasi, siswa dibekali laptop, guru juga, dibekali smartphone, papan tulis juga memakai papan tulisan digital,” imbuhnya:
Sementara itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky bersyukur mendapat kepercayaan dari Kemensos untuk memulai proses pembangunan sekolah rakyat, kurang lebih lahan sekitar 7 hektar sedang diproses yang berlokasi di Kelurahan Mondokan, Kecamatan/Kabupaten Tuban.
“Insya Allah disana bisa menanpung sekitar 1000 siswa mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA. Sedangkan, untuk anggaran pastinya sekitar Rp 50 miliar lebih,” ungkap Mas Lindra sapanya.
Menurutnya, saat ini sedang berproses termasuk lelangnya sudah selesai dilakukan langsung dari Kementrian terkait dan sudah berjalan sesuai arahan dari bapak menteri dan presiden. “Insya Allah tahun 2026 – 2027 sudah bisa beroperasi sesuai dengan arahan dari Kementerian,” tutup Mas Lindra. [dya]






