Gresik (beritajatim.com) – Mulai besok elpiji 3 kilogram mengalami kenaikan harga. Kenaikan tersebut berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Timur nomor 100.3.3.1/801/KPTS/013/2024 yang diterbitkan pada 24 Desember 2024. Dimana harga elpiji 3 kilo yang semula Rp 16 ribu per tabung menjadi Rp 18 ribu.
Perwakilan Agen LPG Wilayah Gresik-Surabaya Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) DPC Surabaya-Gresik, Mario Handaziza mengatakan, stok gas elpiji 3 kilogram aman dan tercukupi.
“Masyarat tak usah panic buying atau kuatir mengenai ketersedian elpiji 3 kilogram di wilayah Kabupaten Gresik. Kami pastikan tercukupi dan tidak ada kendala,” katanya, Selasa (14/1/2025).
Lebih lanjut Mario menuturkan, penyesuaian harga ini di Provinsi Jawa Timur paling akhir. Pasalnya, provinsi lainnya akhir tahun lalu seperti Jawa Tengah, DIY maupun Jawa Barat terlebih dulu sudah menaikan HET elpiji 3 kilogram.
“Sebelum ada kenaikan harga para agen elpiji yang tergabung di Hiswana Migas sudah melakukan sosialisasi jauh-jauh hari kepada para kios maupun konsumen,” tuturnya.
Ia menambahkan, selain sosialisasi. Pihaknya juga menghimbau kepada kios maupun masyarakat dilarang melakukan penimbunan saat ada kenaikan. Jika ketahuan kerjasamanya bisa diputus karena sudah diwanti-wanti oleh Pertamina.
“Sanksi tegasnya seperti itu, ini dimaksudkan supaya harga elpiji tetap stabil dan tidak ada permintaan yang tinggi sewaktu ada kenaikan harga,” imbuhnya.
Untuk rata-rata pemakaian secara normal penggunaan elpiji ini kata Mario, asumsinya kebutuhan rumah tangga seminggu sekali pemakaian. Sementara pelaku UMKM perharinya bisa 2 kali pemakaian.
Sementara itu, Pujiati pelaku usaha lalapan sambel wader menyatakan meski ada kenaikan harga elpiji. Dirinya tidak serta merta menaikan harga makanan. Tapi menu tambahan gorengan disesuaikan. “Kalau naik pastinya ada penyesuaian, bila sebelumnya belum ada kenaikan harga gorengan yang semula Rp 10 ribu dapat 10 dikurangi jumlahnya,” pungkasnya. [dny/kun]






