Surabaya (beritajatim.com) – Marshanda sempat menjadi perhatian publik kala dirinya diketahui mengidap penyakit mental bernama bipolar disorder.
Penyataan itu meluncur dari bibir Marshanda. Ia mengaku didiagnosa menderita bipolar disorder tipe 2 oleh dokter ahli jiwa yang menanganinya.
“Kata dokter Richard, saya menderita bipolar disorder tipe 2,” terang Marshanda dalam program televisi ‘Just Alvin’ di Metro TV, Minggu 10 Agustus 2014. dr Richard Budiman adalah dokter yang merawat artis cantik tersebut.
Aktris keturunan Minagkabau ini sudah mulai menyadari pentingnya kesehatan mental sejak lama. Mengingat, artis cantik ini menderita Bipolar sejak 2009 lalu. Ia juga menggunakan instagramnya untuk berbicara mengenai pentingnya penerimaan diri. Terlebih, butuh bertahun-tahun baginya untuk berdamai dengan keadaan yang ia lalui.
Lantas apa itu Gangguan Bipolar?
Gangguan bipolar merupakan gangguan mental yang membuat pengidapnya mengalami perubahan emosi dan suasana hati secara ekstrim.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kesehatan”]
Kondisi ini perlu memerlukan penanganan serius karena dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, termasuk meningkatkan risiko bunuh diri pada penderitanya.
Bipolar disorder atau gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyebabkan terjadinya perubahan mood secara ekstrem.
Kondisi ini membuat suasana hati pengidapnya berubah secara tiba-tiba, dari sangat bahagia (mania) menjadi sangat sedih (depresi).
Beberapa orang sering kali menyamakan gangguan bipolar dengan depresi. Padahal, keduanya merupakan masalah mental yang berbeda.
Saat sedih, pengidapnya akan merasa sangat tertekan, putus asa, dan kehilangan semangat. Berbeda ketika senang, mereka akan beraktivitas dengan penuh gairah.
Jika dibiarkan, gangguan mental ini dapat memengaruhi produktivitas dan hubungan dengan orang lain.
Menurut data World Health Organization (WHO), kurang lebih 45 juta orang di dunia mengidap gangguan bipolar. Setengah dari kasus bipolar dialami oleh anak berusia di bawah 25 tahun.
Bipolar disorder terbagi ke dalam beberapa jenis. Setiap jenis memiliki perbedaan pada gejala yang dirasakan oleh pengidapnya.
Berikut merupakan beberapa jenis gangguan bipolar (bipolar disorder).
1. Gangguan bipolar I
Pada bipolar disorder tipe I, setidaknya Anda mengalami satu atau lebih episode mania atau hipomania. Fase tersebut dapat didahului atau diikuti oleh episode hipomania atau depresi.
2. Gangguan bipolar II
Pada tipe ini, Anda setidaknya mengalami satu episode depresi dan/atau hipomania. Namun, Anda tidak pernah mengalami episode mania.
3. Gangguan siklotimia
Gangguan siklotimia terjadi saat periode gejala hipomania dan depresi berlangsung setidaknya selama dua tahun. Umumnya, gangguan bipolar jenis ini memiliki gejala yang lebih ringan daripada tipe I atau II.
4. Jenis gangguan bipolar lain
Gangguan bipolar ini ditandai dengan periode perubahan mood yang abnormal secara drastis, tetapi tidak memenuhi kriteria bipolar I, II, atau siklotimia.
Contohnya, gangguan bipolar yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu, alkohol, atau karena kondisi medis, seperti penyakit Cushing, multiple sclerosis, atau stroke.
Penyebab Gangguan Bipolar
Penyebab bipolar disorder belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun, ada beberapa kondisi yang diduga berperan dalam berkembangnya penyakit bipolar.
1. Ketidakseimbangan zat kimia dalam otak
Otak dapat mengalami perubahan fisik. Hal ini berpengaruh pada jumlah bahan kimia otak (neurotransmitter) terkait suasana hati seperti noradrenalin, serotonin, dan dopamin.
Ketidakseimbangan zat kimia di dalam otak dapat membuat Anda mengalami gejala bipolar disorder. Contohnya, episode mania sering terjadi karena tingkat hormon noradrenalin di dalam otak terlalu tinggi.
2. Keturunan
Faktor genetik atau keturunan bisa menyebabkan bipolar disorder. Gangguan ini lebih sering terjadi pada orang yang memiliki saudara kandung atau orangtua dengan kondisi serupa.
3. Pengaruh lingkungan
Para peneliti telah menemukan bahwa mungkin terdapat beberapa faktor sosial yang dapat menyebabkan timbulnya bipolar disorder. Faktor-faktor tersebut dapat berupa:
– perasaan stres akan kejadian atau trauma, seperti kematian anggota keluarga terdekat,
– hubungan yang buruk dengan orang lain,
– perceraian, dan
– masalah keuangan.
Cara mengatasi gangguan bipolar, ada beberapa cara yaitu mengonsumsi obat, psikoterapi, program perawatan rumah sakit. Jika kamu merasakan tanda-tanda gangguan bipolar, silahkan konsultasi ke dokter. (eve/nap)






