Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang tukang pijat ditemukan meninggal dunia di Jalan Pananggungan Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Rabu (11/9/2024) tengah malam. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengeluh sakit saat ngopi di sebuah warung.
Korban diketahui atas nama Ribut Wiyono (47). Korban yang hidup sebatang kara ini ditemukan tergeletak tak bernyawa di pelataran depan tempat tinggalnya. Korban ditemukan warga dalam kondisi tengkurap hanya mengenakan sarung dan bertelanjang dada.
Penemuan korban pun menjadi perhatian warga dan dilaporkan ke pihak kepolisian. Anggota Polsek Magersari bersama Kasat Satreskrim Polres Mojokerto Kota langsung turun ke lokasi penemuan korban. Tim Inavis Satreskrim Polres Mojokerto yang datang langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Setelah dilakukan identifikasi, jenazah korban dievakuasi sejumlah relawan ke mobil ambulance. Jenazah korban dibawa ke ruang jenazah Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Polisi meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi penemuan korban.
Salah satu warga, Okta mengatakan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban minum kopi di warung sekitar tempat tinggalnya. “Kayaknya mau siap-siap tidur karena pakai sarung. Sebelumnya, ngopi masih pakai celana. Katanya sambatan (mengeluh) sakit, kayak garuk-garuk dada begitu,” ungkapnya, Kamis (12/9/2024).
Masih kata Okta, korban sempat bertemu dengan warga yang saat itu ngopi di warung kopi. Korban mengeluh sakit dan badannya dingin sehingga disarankan warga untuk pulang istirahat. Kopi yang dipesan pun masih menyisahkan sebelum korban pamit pulang untuk istirahat.
“Tadi ada warga dan tukang ojek yang melihat, Pak Ribut (korban) mengeluh sakit dan badannya anyep (dingin). Sama warga diminta untuk tidak menghabiskan kopi dan pulang tapi kopinya sempat diminum tinggal sedikit. Tiap hari ya tinggal di situ (Jalan Penanggungan). Kalau rumahnya di Jalan Panderman,” katanya.
Namun setelah disarankan pulang dengan berjalan kaki pulang lantaran jarak warung kopi dengan tempat tinggalnya tidak jauh, warga melihat korban sudah tergeletak di depan pelataran depan tempat tinggalnya. Warga yang melihat langsung memberikan pertolongan.
“Ada tetangga yang mengecek dan bilangnya innalilahi, badannya sudah dingin. Mau panggil keluarganya tapi masih sulit dihubungi, akhirnya panggil PMI. Kalau riwayat sakit, saya tidak tahu. Kalau kerjanya ya kadang jadi tukang pijat, kadang ada yang ngajak kerja tapu nggak tahu kerja apa,” ujarnya. [tin/aje]
![Mengeluh Sakit, Tukang Pijat di Mojokerto Ditemukan Meninggal Dunia Sejumlah relawan mengevakuasi jenazah korban ke mobil ambulance untuk dibawa ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/09/IMG-20240912-WA0000.jpg)






