Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang sales bangunan jatuh dan meninggal saat menagih uang di toko bangunan di Dusun Glatik RT 01 RW 02, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto pada, Senin (3/4/2023) kemarin. Sebelumnya korban sempat mengeluh sakit.
Kasubbag Humas Polres Mojokerto, Iptu Tri Hidayati mengatakan, sekitar pukul 12.30 WIB korban datang ke toko bangunan milik Wiyanto. “Korban merupakan sales bangunan yang hendak menagih uang ke toko bahan bangunan milik Saudara Wiyanto,” ungkapnya, Selasa (4/4/2023).
Korban yang diketahui bernama Usman (49), warga Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota surabaya ini tiba-tiba mengeluh sakit pada bagian dada. Oleh pemilik toko bangunan, korban diajak ke rumah sakit
Ajakan itu ditolak korban. Karena itu, pemilik toko menyarankan korban istirahat.
Baca Juga:
Terjerat Hutang, Warga Mojokerto Ditemukan Meninggal di Kandang Kambing
“Kepada pemilik toko bangunan, korban mengeluh dadanya sakit dan oleh Saudara Wiyanto diajak ke rumah sakit tetapi korban menolak. Sehingga Saudara Wiyanto menyuruh korban istirahat di ruang tamu yang ada belakang toko bangunan miliknya,” katanya.
Masih kata Kasubbag Humas, tidak lama korban keluar dari ruang tamu dan terjatuh di teras tepat di belakang toko bantunan milik Wiyanto. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Sidoarjo.
Baca Juga:
Sepeda Motor Penuh Lumpur Ditemukan di Mojokerto
“Namun sudah korban dalam keadaan meninggal dunia saat sampai di Rumah Sakit Bhayangkara. Atas kejadian tersebut, dilaporkan ke Polsek Ngoro. Anggota Polsek Ngoro bersama Tim Inafis Polres Mojokerto langsung datang untuk melakukan identifikasi,” jelasnya.
Pihak keluarga langsung ke Rumah Sakit Bhayangkara setelah dihubungi. Namun, tegas Kasubbag Humas, pihak keluarga menolak jenazah korban diautopsi sehingga membuat surat pernyataan dan membawa jenazah korban ke rumah duka untuk dimakamkan. [tin/beq]






