Malang (beritajatim.com) – Membuktikan bahwa kesibukan bukan halangan untuk meraih prestasi, Pramita Rahayu sukses menjadi lulusan terbaik program Pascasarjana STIE Malangkuçeçwara (ABM Malang) pada Wisuda ke-77 Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) yang digelar Sabtu (26/4/2025) di halaman kampus.
Di tengah kesibukan membesarkan tiga orang anak dan bekerja penuh waktu, Pramita mampu menyelesaikan studi magister dengan IPK hampir sempurna, yakni 3,97. Ia menuturkan bahwa kunci keberhasilannya terletak pada manajemen waktu yang disiplin serta dukungan dari keluarga.
“Saya tidak menyangka bisa menjadi lulusan terbaik. Kuliah sambil kerja dan mengurus anak memang berat, tapi berkat bimbingan dosen, pengaturan waktu yang ketat, dan dukungan keluarga, semua bisa tercapai,” ujar Pramita.
Pramita mengaku bekerja di instansi pajak dan mengambil kuliah di bidang perencanaan publik. Kesibukannya tidak menghalanginya untuk tetap hadir dalam perkuliahan, yang dijadwalkan fleksibel oleh ABM Malang agar sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang juga berkarier.
“Kampus ABM sangat fleksibel. Jadwal kuliahnya bisa menyesuaikan aktivitas saya, sehingga kuliah, kerja, dan urusan keluarga bisa berjalan beriringan,” jelasnya.
Tesis yang mengantarkan Pramita meraih prestasi terbaik Analisis Perbedaan Return Saham Sebelum Dan Sesudah Pengumuman Dividen pada Perusahaan Kelompok Indeks Lq 45
Menurut Pramita, keberhasilannya juga tidak lepas dari pengertian anak-anak dan suami yang memberikan semangat penuh di tengah kesibukannya. Ia berpesan kepada mahasiswa lain yang sedang mengejar pendidikan sambil bekerja untuk tetap semangat dan konsisten.
“Kita semua punya waktu 24 jam. Tinggal bagaimana mengelola waktu itu dengan semangat dan kedisiplinan,” imbuhnya.
Wisuda kali ini juga menjadi momen istimewa bagi satu keluarga yang seluruh putra-putrinya merupakan alumni STIE Malangkuçeçwara. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua STIE Malangkuçeçwara, Drs. Bunyamin, M.M., Ph.D.
“Kami bangga karena ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap kualitas pendidikan di kampus kami. Tanpa perlu banyak promosi, loyalitas keluarga ini adalah bukti nyata,” ungkap Bunyamin.
Selain itu, Wakil Ketua Panitia, Drs. Mohamad Soedarman, M.M., Ak., CA, menyebutkan bahwa tahun ini ABM Malang meluluskan 36 mahasiswa pascasarjana dan 77 mahasiswa sarjana. Menariknya, sebanyak 26 persen dari lulusan tahun ini telah bekerja sebelum wisuda, sebuah capaian membanggakan di tengah ketatnya dunia kerja saat ini.
Kampus ABM Malang secara konsisten membekali mahasiswa dengan program magang dalam dan luar negeri, serta membangun jaringan luas dengan dunia usaha dan industri (DUDI). Hal ini membantu mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis sekaligus peluang kerja lebih cepat.
“Saat ini kesadaran mahasiswa tentang pentingnya magang semakin tinggi. Ini membantu kami memperluas jaringan relasi dan mendukung mahasiswa untuk cepat terserap di dunia kerja,” tutur Bunyamin.
Dengan pencapaian ini, STIE Malangkuçeçwara kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pendidikan dan mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja global. (dan/ian)






