Jember (beritajatim.com) – Sebelas orang perempuan paruh baya dengan pakaian hitam modis berjoget bersaf mengikuti musik yang diperdengarkan seperangkat sistem suara di sisi utara alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (8/7/2023) sore.
Tak lama mereka berjoget rampak seirama. Sekitar lima menit. Berikutnya giliran gadis-gadis model dari Syam Modelling School yang melenggak-lenggok memamerkan kain batik khas Jember. Orang-orang di sekitar alun-alun mulai meriung untuk menyaksikan pertunjukan itu.
Hermawan, pemilik Syam Modelling School, menggagas Jember Trend Mode sebagai pertunjukan fashion di ruang publik. “Tujuannya mengedukasi masyarakat Jember supaya sadar mode. Jadi mode bukan barang mahal. Dari hal yang murah pun bisa jadi keren. Kalau kita bisa tampil bagus (dalam berbusana), orang bisa lebih menghargai kita,” katanya.
Hermawan ingin menyadarkan masyarakat bahwa mode ada di sekitar manusia. “Tidak mahal. Bahannya bisa dari kain di toko-toko,” katanya.
Jember Trend Mode pertama kali dilaksanakan dua pekan lalu dengan tema Batik Casual. “Sore ini temanya Casual Trendy. Dua pekan lagi mungkin Ethnic Indonesia. Jadi temanya berganti-ganti,” kata Hermawan.
Jember Trend Mode digelar di alun-alun karena Hermawan ingin menyentuh masyarakat langsung. “Alun-alun pusat kegiatan. Orang berkumpul, berolahraga, healing, sembari melihat fashion. Orang bisa tahu modelnya, bisa tahu mode busananya,” katanya.
Hermawan ingin Jember Trend Mode semakin melengkapi predikat Jember sebagai Kota Karnaval. “Aku melihat potensi Jember ini bisa menjadi kota mode seperti Malang, Bandung, dan lainnya. Hanya perlu mengedukasi masyarakat bahwa kita bisa seperti itu,” katanya.
“Selama ini aku sering melihat bahan-bahan mahal tidak tahunya dipakai dengan baju yang terkesan murah, karena mereka tidak tahu mau dibuat seperti apa. Mereka tidak tahu model baju seperti ini cocok seperti apa,” kata Hermawan.
Hermawan berharap Jember Trend Mode bisa viral dan menyedot animo masyarakat Jember agar mau berpartisipasi. “Selama ini kan cuma murid-muridku (di sekolah modelling) saja yang tampil. Tapi kemarin yang ikut ada bidan, notaris, politisi yang meramaikan acara ini. Ibu-ibu ini lintas profesi. Aku ingin yang ikut lebih banyak lagi,” katanya. [wir]






