Mojokerto (beritajatim.com) – Handicraft memang cocok sebagai buah tangan saat merayakan hari bahagia. Seperti buket hijab yang menjadi pilihan saat perayaan Hari Guru untuk pahlawan tanpa tanda jasa dalam perannya mencerdaskan kehidupan bangsa ini.
Salah satu pemilik usaha handicraft di Mojokerto, selalu ramai pesanan saat jelang peringatan Hari Guru yang dirayakan setiap tanggal 25 November tersebut. Hal itu dirasakan oleh pemilik Gyhta Collection, Gita Gowinda Soedharmo (31) yang membuka usaha handicraft sejak tahun 2018 lalu.
Warga Jalan Masjid No 36 RT 6 RW 2, Kelurahan Mojosari, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto ini membuat aneka buket. Dibantu enam orang karyawan, ia membuat buket seperti buket hijab, buket snack, buket bunga, buket bumbu masak, buket sarung hingga sejumlah buket unik lainnya.
“Tiap buket punya tema sendiri. Kalau Hari Guru, mulai buket hijab, buket sarung dan buket alat tulis. Kalau musim wisuda, buket graddol (graduation doll). Kalau musim kawinan, buket uang, buket uang dan tespek,” ungkapnya, Sabtu (30/9/2023).
BACA JUGA: Ibu Muda di Mojokerto Ini Kebanjiran Pesanan Kostum Karakter dari Kain Flanel
Saat perayaan hari ulang tahun, ia biasanya kebanjiran pesanan buket snack dan buket bunga kalau yang merayakan ulang tahun usia remaja-dewasa. Dari sejumlah buket tersebut, ia mengaku kebanjiran pesanan saat peringatan Hari Guru.
“Puncak ramai buket, ya pas Hari Guru. Tahun kemarin, Hari Guru tembus 100 buket. musim wisuda tembus 85 buket. Kalau untuk hari-hari biasa, sekitar 20 sampai 30 buket per bulan. Untuk harga, buket hijab untuk jasa saja Rp35 ribu,” katanya.
Istri dari Abdul Latif (36) ini, mematok jasa pembuatan buket hijab mulai dari Rp35 ribu untuk satu hijab. Hijab sendiri sesuai dengan permintaan custumer, bisa dibawa sendiri atau pesan. Sementara isi buket juga tergantung dari permintaan custumer.
“Buket hijab jasa mulai Rp35 ribu, ini jasa saja, belum termasuk hijabnya. Kalau paketan sekalian hijab, harga mulai Rp50 ribu sampai tak terhingga karena lihat harga hijab. Untuk kalangan menengah ke bawah, biasa minta paketan maksimal Rp100ribu,” jelasnya.
BACA JUGA: Kreatif, Manfaatkan Sampah Kertas Jadi Handicraft Bernilai Seni
Namun untuk kalangan menengah keatas bisa sampai Rp250ribu, karena jelas ibu dari Sultan Fathlani Putra Al Latif (2,5) ini, rata-rata hijab yang digunakan merupakan merk terkenal. Ia mengaku untuk bahan buket, di Mojokerto sudah banyak yang jual.
“Di Mojokerto banyak yang jual cumaaa harganya masih relatif lebih mahal. Kalau saya biasanya bahan-bahan saya beli di online, karena selain lebih murah, lebih efisien waktu dan sekarang banyak gratis ongkir,” tegasnya. [tin/nap]
![Menengok Bisnis Handicraft Warga Mojokerto, Buket Hijab Ramai Saat Peringatan Hari Guru Gita Gowinda Soedharmo (31) mengerjakan pesanan buket hujab di rumahnya di Jalan Masjid No 36 RT 6 RW 2, Kelurahan Mojosari, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/09/VideoCapture_20230930-092132_tEUt62Lt2X-1024x576.jpeg)






