Gaya Hidup

Kreatif, Manfaatkan Sampah Kertas Jadi Handicraft Bernilai Seni

Bojonegoro (beritajatim.com) – Yadi, warga RT 4 RW 2, Desa Sudah, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro mengisi waktu luangnya dengan membuat kerajinan tangan dari kertas bekas. Mulai dari kertas kartu remi, bungkus rokok, hingga buku sekolah disulapnya menjadi kerajinan tangan yang punya nilai seni.

Kertas-kertas tersebut oleh pria berusia 33 tahun itu disulap menjadi tempat pensil, vas bunga dan lain sebagainya. Ide untuk menyulap sampah kertas menjadi karya seni itu muncul saat dia resah dengan banyaknya bungkus rokok dari teman-temannya saat nongkrong. Sehingga dia punya ide membuat kerajinan tangan.

Kini, idenya tersebut sudah mulai dilirik oleh beberapa perusahaan maupun warga sekitar rumahnya. Dia mulai mengumpulkan bungkus rokok dan sampah kertas sebagai bahan dasar kerajinan tangan itu sejak Agustus 2019 lalu. Kertas tersebut kemudian dipotong berukuran antara dua centimeter kali lima centimeter.

Potongan kertas kemudian dilipat menjadi bentuk segitiga dan disusun hingga membentuk sebuah benda. Kali pertama, pria yang memiliki satu anak itu membuat vas bunga dengan bentuk kucing. Vas bunga itu juga berupa lintingan kertas yang membuat jari-jari.

“Setelah terkumpul banyak, saya minta kepada kepala desa untuk mempromosikannya. Mulai di Dinas Pariwisata, UMKM dan pernah mengikuti kurasi handicraft di Jawa Timur,” ujarnya, Jumat (3/1/2019).

Yang menarik dari kolase tiga dimensi potongan-potongan kertas itu adalah motifnya dari warna asli kertas yang digunakan. Untuk membuat vas bunga berukuran kecil dia membutuhkan 625 lipatan kertas. Sehingga butuh ketelitian dan kesabaran yang ekstra untuk membuat satu karya. Satu hari dia mengaku bisa membuat tiga vas bunga ukuran kecil.

“Satu vas bunga dengan ukuran kecil saya jual dengan harya Rp 8 ribu sedangkan untuk yang ukuran besar bisa sampai Rp 500 ribu,” terangnya.

Kepala Desa Sudah, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro Agus Muklison mengaku sangat mendukung dengan kreativitas warganya. “Kalau bisa Desa Sudah ini memiliki banyak potensi wisata sehingga ada aliran uang yang masuk kepada warga,” ungkapnya. [lus/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar