Malang (beritajatim.com) – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tinggal menghitung hari saja. Universitas Brawijaya (UB), misalnya bakal mengadakan kegiatan wajib untuk mahasiswa baru (maba) pada 12 sampai 14 Agustus 2024 mendatang.
Momen ini dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang musiman untuk mendapat pemasukan. Tak hanya pedagang dari luar, terlihat juga beberapa mahasiswa UB baik dari himpunan maupun organisasi kemahasiswaan lain turut meramaikan.
Penjual perlengkapan Ospek telah memadati sepanjang Jalan Veteran, Klojen sejak beberapa hari ini. Terpantau pada Jumat (9/8/2024) pagi hingga malam mereka berada di depan UB jalan veteran.
Beberapa pedagang pernak-pernik ospek membuka lapak di sana. Barang seperti nama tag, lanyard, tongkat dengan bendera, pita, alat tulis, sepatu hingga kaus kaki tersedia lengkap oleh pedagang.
Aulia salah satu pedagang di sana mengatakan, bahwa ada berbagai barang yang disediakan. Ia membanderol harga per barang mulai dari Rp 1.500 hingga Rp 50 ribu.
“Kami kebetulan kepanitiaan himpunan di UB yang turut berjualan di sini. Ada banyak yang kami jual seperti nametag, lanyard, bagtag, buku, bolpoint, sendal jepit, trash bag, totebag, pita, tisu, tongkat dengan bendera Indonesia maupun Palestina, jas hujan, lanyard, mahkota Raja Brawijaya, dan lain-lain,” ungkap Aulia kepada Beritajatim.com.

Partner Aulia, bernama Rea mengaku bahwa dirinya tidak hanya berjualan secara offline, tetapi juga berjualan secara online di Instagram dan X bernama @yourideastore_ .
“Kita menyediakan banyak atribut untuk kebutuhan PKKMB UB atau Raja Brawijaya. Kita gak hanya satu, ada juga paket dari harga 125 kami diskon menjadi Rp. 110 Ribu, isinya lengkap,” ungkap mahasiswa UB semester 3 ini.
Pedagang lainnya, Okky mengatakan bahwa musim PKKMB sudah menjadi rutinitasnya untuk berjualan. Namun, ia memprediksi tahun ini pembeli tak seramai tahun sebelumnya.
“Jarak penugasan dari masuk PKKMB terlampau jauh, semingguan lebih, kalau dulu kan jaraknya tiga hari aja,” ucap Okky. (dan/ian)






