Jombang (beritajatim.com) – Di tengah gencarnya perkembangan teknologi dan globalisasi, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Aqobah 4 Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, hadir dengan sebuah gebrakan luar biasa dalam dunia pendidikan pesantren.
Dengan metode pengajaran yang tidak biasa, Ponpes ini mengajarkan kitab kuning klasik menggunakan tiga bahasa sekaligus: Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.
Setiap Ramadan, para santri Al Aqobah 4 berkumpul untuk mengikuti pengajian yang bukan sekadar mendalami teks-teks kuno dalam bahasa aslinya, namun juga membuka pintu pemahaman lebih luas melalui terjemahan yang hidup.
Dalam setiap sesi, kitab kuning yang biasa diajarkan hanya dalam Bahasa Arab, kini dijelaskan dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris secara bergantian. Hal ini bukan hanya untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga untuk membekali para santri dengan keterampilan berbahasa yang mumpuni, mempersiapkan mereka untuk dakwah yang lebih luas.
Menurut pengasuh Ponpes Al Aqobah 4, KH Akhmad Kanzul Fikri atau yang lebih akrab disapa Gus Fikri, metode tiga bahasa ini bukan tanpa alasan. “Kami ingin para santri tidak hanya siap untuk berdakwah di lingkungan lokal, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional,” katanya, Senin (23/2/2026).
Dengan menekankan penguasaan bahasa asing, Gus Fikri berharap kelak para santri bisa menyebarkan dakwah mereka dengan lebih luas, bahkan melintasi batas negara.
Metode ini bukan hanya menarik bagi para santri, tetapi juga sangat membantu dalam memperluas wawasan mereka. Salah satunya, Atayanul Nafis, seorang santri asal Gresik, mengungkapkan kegembiraannya.
“Ini pengalaman yang sangat menarik. Belajar kitab kuning dengan dua bahasa tambahan membuat saya bisa lebih memahami dan menguasai materi, sekaligus memperluas pengetahuan saya dalam dunia dakwah,” ujar Atayanul dengan semangat.

Tidak hanya pengajian kitab kuning, kegiatan di bulan Ramadan di Ponpes Al Aqobah 4 juga mencakup tadarus Alquran, ngaji kitab klasik, dan qiyamul lail, memberikan nuansa spiritual yang kental dalam kehidupan sehari-hari santri.
Dengan pembelajaran yang menggabungkan pengetahuan agama dan kemampuan berbahasa asing, Ponpes Al Aqobah 4 mempersiapkan santri untuk menghadapi tantangan zaman, menggabungkan tradisi pesantren dengan kebutuhan global masa depan.
Dengan semangat ini, Al Aqobah 4 Jombang membuktikan bahwa pesantren bisa menjadi tempat untuk memupuk kualitas spiritual sekaligus intelektual, mempersiapkan generasi muda yang tak hanya ahli dalam agama, tetapi juga siap berdakwah di dunia yang semakin terhubung ini. [suf]






