Lamongan (beritajatim.com) – Megilan entrepreneur atau Megpreneur kembali dibuka untuk kedua kalinya. Program ini dalam rangka menggugah jiwa wirausaha generasi millenial agar berkembang secara terarah dan mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Lamongan.
Selain menggugah jiwa kewirausahaan, Megpreneur batch 2 yang dibuka sejak bulan Mei 2023 lalu ini juga ditujukan sebagai wadah pengembangan ide bisnis, yang nantinya dapat meningkatkan perekonomian Kabupaten Lamongan.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang berkesempatan untuk membuka secara langsung kegiatan Megpreneur batch 2 ini pun memberikan dukungannya kepada 80 tim yang lolos sampai tahap 2 ini. Bahkan, dia juga menyampaikan observasinya terhadap pelaku bisnis Lamongan, baik yang berada di luar pulau Jawa maupun luar Negeri.
Salah satu poin yang bisa didapat, tutur Bupati Yuhronur, adalah karakter masyarakat Lamongan yang memiliki daya saing tinggi dalam menjalankan wirausahanya hingga banyak yang sukses saat berada di perantauan.
“Pemkab Lamongan sangat memberikan dukungan terhadap kegiatan ini, karena sangat memberikan dampak positif bagi penerus bangsa agar bisa survive di masa depan. Masyarakat Lamongan ini dikenal sebagai masyarakat perantau, di mana para perantau membuka usaha di bidang kuliner bahkan lainnya di daerah orang dan berhasil,” tuturnya, saat berada di Aula Gadjah Mada, Gedung Pemkab Lamongan Lantai 7, Senin (12/6/2023).
“Keberhasilan tersebut tentu dapat dilihat dari penghasilan yang diperoleh. Namun poin pentingnya ialah hal yang mendasari keberhasilan tersebut, yakni karakter daya saing yang dimiliki dan dipertahankan saat menjalankan wirausahanya,” tambahnya.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Lamongan ini juga menekankan kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan sebagai Dinas pengampu Megpreneur agar terus berkomitmen dalam mendampingi dan memenuhi kebutuhan wirausaha muda Lamongan.
“Pemkab Lamongan bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan selaku Dinas pengampu Megpreneur harus terus berkomitmen dalam mendampingi dan memenuhi kebutuhan wirausaha muda, mulai dari permodalan, pendampingan teknis, peningkatan pasar, serta peningkatan kualitas usaha,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan Etik Sulistyani melaporkan bahwa selain bisnis makanan dan minuman, juga ada teknologi dan digital pendidikan, pertanian perikanan, pendidikan lingkungan fashion, jasa pariwisata dan craft yang diajukan.
Menurut Etik, hal itu tak lepas dari ide bisnis Megpreneur pada tahun 2023 di Kabupaten Lamongan yang terus mengalami perkembangan.

Etik juga mencatat, setidaknya terdapat 117 tim pendaftar yang terdiri dari 72 tim umum dan 8 tim dari santri pondok pesantren. Kemudian pada online season, yang berlangsung pada 6 Juni kemarin, terjaring 80 tim yang lolos dan dilanjut pada offline season yang dilaksanakan mulai hari ini hingga tanggal 14 Juni mendatang.
Bagi para pemenang, sambung Etik, nantinya akan menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen melanjutkan dan mengembangkan ide bisnis yang telah dirancang sejak pendaftaran.
“Seluruh alur Megpreneur merupakan pembelajaran wirausaha yang menjadi hal penting dalam Megpreneur. Kepada seluruh peserta jangan hanya mengharapkan menjadi pemenang, namun semuanya harus memaknai dan menerapkan seluruh ilmu yang didapat dalam rangkaian Megpreneur 2023 ini,” terang Etik.
Sementara itu, Ketua Megpreneur 2023 Dias Satria mengajarkan bahwa kunci sukses dalam berbisnis itu tidak hanya dari ide bisnis, melainkan juga dari perilaku yang menjadi value dari pengusaha itu sendiri.
BACA JUGA:
Tak Tahu Tiang Tengah Jalan, Avanza Tabrak JPO Wonokromo Surabaya
“Bisnis yang keren itu bukan hanya lahir dari ide bisnis yang kreatif, melainkan juga dikelola oleh pengusaha yang memiliki value dalam berperilaku,” terang Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang tersebut.
Sebagai informasi, pada inkubasi yang berlangsung selama 3 hari ke depan ini bakal dihadirkan pula fasilitator handal, di antaranya Founder Lets Play Indonesia Arif Bawono, training and consultansy Dedy Marquis, Founder Cara Bicara Danar Indra, Direktur PT Duta Merpati dan Ketua Gekraft Lamongan Pradita Aditya, dan lainnya.
Setelah melangsungkan presentasi pada hari terakhir offline season, maka nantinya bakal dipilih 25 tim terbaik untuk dapat maju ke babak selanjutnya, yakni pitch deck. [riq/but]






