Jakarta (beritajatim.com) – Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendatangi Museum Nasional atau Museum Gajah di Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (19/9/2023) petang. Megawati yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ingin melihat kondisi Museum Nasional yang terbakar pada Sabtu (17/9/2023) malam lalu.
Megawati tampak didampingi Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengunjungi Museum Nasional. Tiba di Museum Nasional, Megawati disambut oleh Mendikbud Nadiem Makariem, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid, dan Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN) Laksana Tri Handoko, Wakil Kepala BRIN Laksamana Madya Amarulla Octavian, dan Sejarawan Bonnie Triyana.
Menurut Hilmar, Megawati datang ke Museum Nasional karena terpanggil untuk melihat kondisi tempat tersebut pascakebakaran. Terlebih lagi, katanya, Megawati pernah menjadi sukarelawan untuk mengurusi koleksi yang berada di museum yang bercat putih tersebut.
Baca Juga: Bacaleg PDIP Edi Tarmidi Tawarkan Sejuta Pekerjaan untuk Rakyat
“Ibu ini punya memori pada 80-an pernah menjadi sukarelawan di sini untuk mengurusi koleksi. Jadi, tadi ibu bertanya mengenai koleksinya, kami banyak berdiskusi mengenai sejarah, tentang tata kelola museum dan sebagainya dan tadi juga ibu memberikan arahan bahwa ini khususnya mengenai koleksi ini perlu ditelusuri sejarahnya, narasinya perlu dibikin dengan baik sehingga bisa digunakan sebagai sumber belajar,” ujar Hilmar.
Dia juga mengatakan Megawati yang didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, saat di lokasi memantau keramik yang menjadi barang bersejarah peninggalan dinasti di China dan Vietnam.
“Kalau koleksi yang Ibu ingat persis itu soal keramik, ya, keramik dari berbagai dinasti dari Cina, dari Vietnam, karena kebutulan waktu itu Ibu mengingat ada seorang kurator,” ujar dia.
Hilmar mengatakan Megawati saat memantau Museum Nasional berpesan bagi semua pihak untuk bergotong royong menangani musibah tanpa harus memandang kepentingan kelompok.
“Ibu bercerita, ya, pengalaman masa lalu, saya kira menjadi inspirasi kita bahwa ini waktunya kita bergotong royong begitu, ya, bersama-sama di dalam musibah, semua unsur harus terlibat, tidak boleh ada kepentigan,” katanya.
Baca Juga: Kapal Kargo Manna 18 Terbakar di Pelabuhan Kamal Bangkalan
Hilmar melanjutkan Megawati juga menyampaikan pesan agar BRIN bisa dilibatkan Kemendikbudristek dalam penanganan pascakebakaran di Museum Nasional.
“Tadi untuk segera bekerja sama dengan BRIN. Jadi, teman-teman yang dari arkeolog utamanya, organisasi riset arkeologi sejarah, nanti akan segera terlibat. Nanti kami langsung, ya, on the spot sudah ada kesepakatan dengan Kepala BRIN dengan Pak Deputi untuk segera bikin rapat Jumat ini,” ujar Hilmar yang didampingi sejarawan Bonnie Triyana. (hen/ian)






