Barcelona (beritajatim.com) – Kylian Mbappe menunjukkan tajinya sebagai mesin gol pada musim debutnya bersama Real Madrid. Secara statistik, kapten timnas Prancis itu membukukan catatan luar biasa: 39 gol dan 4 assist di semua kompetisi.
Catatan tersebut mengukuhkan kontribusi gol Mbappe sebagai yang terbaik dalam sejarah debut pemain di Los Blancos, melewati Ivan Zamorano yang mencetak 37 gol pada musim 1992–1993. Bahkan Cristiano Ronaldo pun “hanya” menorehkan 33 gol saat pertama kali berseragam Madrid pada musim 2009–2010.
Namun, di balik kegemilangan itu, Mbappe belum mampu mengantarkan Real Madrid meraih kemenangan dalam duel paling prestisius: El Clasico. Kekalahan 3-4 dari Barcelona pada jornada ke-35 LaLiga yang berlangsung tadi malam di Estadi Lluis Companys menjadi kekalahan keempat secara beruntun yang dialami Mbappe di laga tersebut.
Padahal, Mbappe mencetak hat-trick dalam pertandingan itu. Ia menjadi pemain Real Madrid pertama yang mampu mencetak trigol di El Clasico sejak Ivan Zamorano pada 1995. Sayangnya, performa gemilangnya tak cukup membawa Real meraih kemenangan.
Kekalahan sebelumnya terjadi pada tiga laga penting: final Supercopa de Espana (13 Januari 2025), jornada kesebelas LaLiga (27 Oktober 2024), dan final Copa del Rey (27 April 2025). Ironisnya, keempat kekalahan di El Clasico musim ini membuat Real Madrid gagal meraih gelar juara di tiga ajang tersebut. Sebuah ironi pahit bagi Mbappe yang sejatinya tampil luar biasa sepanjang musim.
Meski demikian, Mbappe masih bisa membanggakan dua gelar prestisius: Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub. Namun, kegagalan di El Clasico tetap menjadi noda tersendiri dalam musim perdananya.
“Yang dilakukan Mbappe sangat hebat. Tetapi, itu sia-sia jika pada akhirnya kami gagal bertahan dengan baik,” ujar entrenador Real Carlo Ancelotti kepada Marca. [dio/suf]






