Kediri (beritajatim.com) – Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito atau yang akrab disapa Mbak Cicha mewisuda puluhan siswa sekolah orang tua hebat (SOTH) dan sekolah lansia tangguh (Selantang).
Dengan lulusnya siswa-siswa yang mayoritas ibu dan lansia itu, Mbak Cicha, meminta agar mereka dapat menguatkan ketahanan keluarga dan memberikan pemahaman pentingnya keluarga tangguh.
Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan usai mewisuda 19 siswa SOTH dan 40 siswa Selantang di Balai Desa Ngampel, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri.
BACA JUGA : 38.002 KPM di Kota Kediri Terima Bantuan Beras 10 Kg
“Tetap aktif dan positif pikirannya, sehat, mandiri dan juga lebih bahagia,” kata Mbak Cicha.
Adapun SOTH dan Selantang tahun ajaran 2022-2023 adalah angkatan pertama di Bumi Panjalu. Kelas bagi keluarga yang memiliki balita dan lansia ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam mewujudkan keluarga sejahtera berbasis keluarga.
SOTH sendiri bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam pengasuhan yang tepat pada balita. Sedangkan Selantang menyasar pada lansia guna meningkatkan kwalitas lansia dan pemberdayaan keluarga rentan.

BACA JUGA : Pemkab Kediri Cegah Perilaku Flexing pada Pelajar
Mbak Cicha berharap usai lulus dari SOTH dan Selantang, seluruh siswa ini bisa menerapkan ilmu yang didapatkannya selama 14 kali tatap muka semenjak November 2022 lalu.
“Jangan pernah lelah untuk menimba ilmu, bekerja sama dengan menuangkan ide dan gagasan, kreasi dan juga inisiatif untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga dan masyarakat,” tutur Mbak Cicha.
Sementara perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Jawa Timur, Taufik Daryanto menyebutkan melalui kelas-kelas tersebut sebagai persiapan menghadapi Indonesia Emas di 2045.
BACA JUGA : Revitalisasi Alun-Alun, Pemkot Kediri Siapkan Dana Rp23 M
Menurutnya di tahun itu, Indonesia sudah melewati bonus demografi. Sehingga generasi muda termasuk balitanya harus dipersiapkan dengan pola asuh dan tumbuh kembang yang baik.
“Kalau anak-anaknya sudah pintar, anak-nak tidak ada yang stunting, tidak ada yang mengalami gangguan perkembangan, generasi emas yang kita cita-citakan akan terwujud,” kata Taufik. [ADV PKP/nm/ted]






