Ponorogo (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo memastikan hampir seluruh titik banjir yang melanda pada Senin (16/12) telah surut. Meski demikian, masih terdapat genangan air di sebagian wilayah Kelurahan Paju, namun kondisinya relatif kecil. Para pengungsi yang sebelumnya menempati Pendopo Agung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo pun mulai kembali ke rumah masing-masing.
“Sudah dipastikan hampir semua titik sudah surut, kecuali di Kelurahan Paju, ada genangan sedikit,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, Selasa (17/12/2024).
Masun menceritakan bahwa hingga Selasa pagi masih ada 23 warga yang bertahan di tempat pengungsian, mayoritas merupakan kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Mereka tetap berada di lokasi pengungsian karena keluarganya yang dewasa masih sibuk membersihkan rumah.
“Bisa dikatakan, mereka sementara ‘dititipkan’ di pengungsian. Setelah rumah selesai dibersihkan, mereka akan kembali. Informasi terakhir dari Dinas Sosial, lokasi pengungsian sudah kosong,” jelas Masun.
Dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana yang digelar di ruang Bantarangin bersama sejumlah pihak terkait, diputuskan untuk segera menutup tanggul yang jebol secara darurat. Penutupan sementara ini akan menggunakan material seperti sandbag, bronjong, atau gedek sebagai upaya mencegah luapan air besar jika hujan kembali turun.
“Penanganan ini sifatnya darurat, sebagai langkah antisipasi agar kondisi serupa tidak terulang saat curah hujan meningkat,” tegasnya.
Masun menuturkan bahwa penanganan jangka panjang terhadap tanggul yang jebol akan dikaji lebih lanjut. Hal tersebut mencakup metode pembangunan, penyusunan Detail Engineering Design (DED), hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk menentukan kebutuhan anggaran.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan oleh tim BPBD, terdapat 9 tanggul yang jebol. Dua di antaranya berada di kawasan Keyang, Kecamatan Jetis, yang berdampak signifikan di Desa Josari dan beberapa wilayah perkotaan Ponorogo.
“Teman-teman bergerak menyisir tanggul jebol, sudah ada yang melaporkan ada 9 tanggul yang jebol. Di mana 2 diantaranya di Keyang yang berdampak luas di Desa Josari dan kota,” tutup Masun. [end/aje]






