Bondowoso (beritajatim.com) – Banjir bandang yang melanda Desa Sumber Salak, Kecamatan Curahdami, Bondowoso pada Rabu (12/3) malam meninggalkan dampak signifikan terhadap infrastruktur serta kehidupan warga setempat. Sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan, sementara akses terhadap air bersih dan jalur transportasi sempat terganggu akibat terjangan banjir.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, banjir bandang tersebut merusak tiga rumah warga dengan kategori kerusakan ringan. Selain itu, fasilitas pendidikan juga terdampak, termasuk Madrasah Al-Ikhlas yang mengalami kerusakan akibat material lumpur yang terbawa arus deras.
Salah satu infrastruktur yang paling parah terdampak adalah jembatan kampung yang putus akibat derasnya aliran air. Hal ini menghambat mobilitas warga dan mengisolasi beberapa rumah di sekitar area terdampak.
Selain itu, jaringan air bersih di RT 03 RW 01 mengalami gangguan setelah sistem perpipaan terputus. Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Hingga Kamis (13/3) siang, BPBD bersama dinas terkait masih berupaya memulihkan layanan air bersih dengan menyalurkan bantuan air mineral serta merencanakan perbaikan jaringan perpipaan secepatnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Sigit Purnomo, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan tim untuk melakukan asesmen dan langkah-langkah pemulihan awal. Selain itu, bantuan logistik seperti air mineral sebanyak 100 dus, sembako, makanan siap saji, serta peralatan kerja bakti juga telah didistribusikan kepada warga terdampak.
“Kami terus berupaya memulihkan kondisi pascabanjir, mulai dari perbaikan akses jalan, pendistribusian bantuan, hingga pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sementara yang saat ini telah mencapai 35 persen,” ujar Sigit Purnomo, Kamis (13/3).
Proses pemulihan pascabanjir ini masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk cuaca yang kurang bersahabat serta keterbatasan koneksi jaringan di lokasi terdampak. Meskipun demikian, BPBD dan relawan terus bekerja sama dengan warga untuk membersihkan lumpur yang menggenangi rumah dan jalanan menggunakan alat bantu seperti sekop, cangkul, dan mesin semprot.
“Hingga saat ini, kondisi mulai terkendali. Namun, kami tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah Curahdami masih tinggi,” tambah Sigit.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga berencana melakukan kerja bakti lanjutan dan dropping bantuan tambahan, termasuk family kit serta kebutuhan pokok lainnya, guna memastikan kehidupan warga dapat kembali normal secepatnya. [awi/ian]






