Lamongan (beritajatim.com) – Berdasarkan data yang diserap dari Satgas Covid-19 Kabupaten Lamongan, terhitung pada 7 hari terakhir, mulai tanggal 27 September sampai 3 Oktober 2021, terdapat 16 dari 27 kecamatan di Lamongan yang saat ini berstatus zona hijau. Sementara 11 kecamatan sisanya berstatus zona kuning.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Pemkab Lamongan, M Nalikan menyampaikan, adapun 16 kecamatan yang berstatus zona hijau atau zona resiko terkontrol tersebut meliputi Kecamatan Sukorame, Bluluk, Modo, Kedungpring, Sugio, Mantup, Kembangbahu, Tikung, Sarirejo, Pucuk, Deket, Glagah, Karangbinangun, Maduran, Solokuro, dan Paciran.
“Serta 11 kecamatan yang berada di zona kuning atau zona resiko meliputi Kecamatan Ngimbang, Sambeng, Babat, Sukodadi, Lamongan Kota, Turi, Kalitengah, Karanggeneng, Sekaran, Laren, dan Brondong. Sudah tidak ada lagi kecamatan yang berstatus zona orange dan merah,” ujar Nalikan saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (6/10/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19″]
Lebih lanjut, Nalikan juga mengungkapkan, bahwa dari 474 desa/kelurahan yang ada di Lamongan, diketahui ada 458 desa atau 96,62 persen yang berstatus sebagai desa hijau, lalu 15 desa atau 3,16 persennya berstatus desa kuning, 1 desa berstatus zona orange dan tidak ada desa yang berstatus zona merah. “Untuk RT berstatus zona hijau ada sebanyak 7284 RT atau 99,77,” imbuhnya.
Kemudian Nalikan menambahkan, menurunnya persebaran Covid-19 di kota soto ini di antaranya karena faktor masifnya vaksinasi dan tingginya kesadaran masyarakat. Kendati demikian, Nalikan juga meminta kepada masyarakat untuk tidak terlena dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5 M secara ketat.
“Seiring dengan masifnya vaksinasi, maka semakin banyak pula warga yang sudah divaksin. Sehingga hal ini menambah kekebalan tubuhnya dan tidak mudah terpapar Covid. Meski saat ini pandemi telah melandai. Namun semuanya tetap harus waspada dengan tetap taat prokes. Masyarakat yang belum vaksin untuk pro aktif mencari gerai vaksin yang disediakan,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Humas RSUD dr Soegiri Lamongan Budi Wignyo mengatakan, bahwa saat ini hanya tinggal 2 pasien Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi perawatan Covid-19 RSUD dr Soegiri Lamongan.
“Ada 2 pasien yang dirawat di Ruang Isolasi Covid-19. Tingkat kesembuhannya tinggi. Kami berharap, masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dengan pola hidup yang sehat,” ucap Budi.
Berikut rincian Zonasi Covid-19 di Kabupaten Lamongan, pada periode 27 September hingga 3 Oktober 2021, yang diperbaharui dalam 1 pekan terakhir.
Kecamatan berstatus hijau ada 16 (59,26%), Kecamatan kuning ada 11 (40,74%), lalu Kecamatan orange dan merah 0 ( 0,00%). Untuk Desa di Kabupaten Lamongan, yang berstatus hijau ada 458 (96,62%), desa kuning ada 15 (3,16%), desa ada orange ada 1 (0,21%), dan desa merah 0 (0,00%).
Sedangkan untuk RT (Rukun Tetangga) di Kabupaten Lamongan, ada 7284 RT berstatus hijau atau 99,77%, RT kuning ada 16 atau 0,22%, dan RT orange ada 1 atau 0,01%, serta RT merah 0 atau 0,00%.[riq/kun]






