Surabaya (beritajatim.com) – Prof. Masdar Hilmy resmi menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya periode 2026-2030. Guru Besar Sosiologi ini berkomitmen kuat mengerek reputasi akademik kampus ke kancah internasional.
Masdar menempatkan pembenahan ekosistem penelitian sebagai prioritas kerja. Ia ingin UINSA punya daya saing kuat di ranah keilmuan mancanegara.
“Saya ingin membawa UINSA goes global; mengangkat marwah dan reputasi UINSA di panggung akademik nasional dan internasional,” ujar Prof. Masdar usai prosesi pelantikan di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Profesor yang sebelumnya menjabat Direktur Pascasarjana UINSA ini telah menyusun peta jalan taktis. Fokus perbaikan diarahkan pada peningkatan kualitas riset serta publikasi ilmiah dari seluruh tenaga pendidik.
“Visi ini dilakukan melalui strategi peningkatan produktivitas akademik dosen dan guru besar UINSA, meningkatkan indeks sitasi karya mereka, serta menciptakan ekosistem penelitian sesuai standar internasional,” jelasnya.
Pencapaian target tinggi ini menuntut kerja kolektif. Pria kelahiran Tegal, 2 Maret 1971, tersebut meminta seluruh warga kampus merapatkan barisan dan membuang sekat-sekat perbedaan untuk perbaikan mutu institusi.
“Pesan khusus kepada segenap civitas akademika UINSA; mari kembali menata kehidupan kampus yang kondusif, produktif, dan bermartabat. Misi ini tidak akan tercapai tanpa partisipasi, kebersamaan, dan kolegialitas antar sesama,” tegas Masdar.
Kredibilitas Masdar di dunia akademik terbilang sangat panjang. Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini menyelesaikan S1 di almamaternya sendiri sebelum menamatkan magister di McGill University, Kanada, dan meraih doktor dari University of Melbourne, Australia.
Kepakarannya terbukti lewat berbagai tulisan soal Islam, demokrasi, hingga multikulturalisme di banyak jurnal bereputasi. Pengalaman memimpin UINSA pada 2018-2022 lalu kini menjadi bekal berharga merealisasikan target internasionalisasi kampus. [ipl/suf]






