London (beritajatim.com) – Misi utama Manchester United untuk finis di empat besar Premier League musim ini terancam gagal total. Hingga matchweek ke-25, situasi mereka justru berbalik menjadi perjuangan selamat dari zona degradasi. Dari 25 pertandingan, United telah menelan 12 kekalahan, jumlah yang menjadi rekor terburuk sejak musim 1973-1974, musim terakhir mereka terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Kekalahan 0-1 dari Tottenham Hotspur dini hari tadi semakin memperparah situasi tim asuhan Ruben Amorim. United kini berada di posisi 15 dengan 31 poin, hanya berjarak 12 angka dari Ipswich Town yang menduduki peringkat 18. Sementara itu, mereka tertinggal lebih jauh dari target empat besar, dengan Manchester City yang menempati peringkat keempat dengan 44 poin.
Posisi ke-15 setelah 25 matchweek menjadi catatan terburuk Manchester United sejak musim 1989-1990, ketika masih dilatih Sir Alex Ferguson dan kompetisi masih bernama First Division.
“Kami menghadapi situasi darurat saat ini. Mereka (suporter, Red) juga. Itu (dukungan suporter, Red) sangat krusial demi kebangkitan kami,” papar Amorim dilansir dari laman resmi klub.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa badai cedera menjadi penyebab utama penurunan performa tim di Premier League. Setidaknya, sepuluh pemain United harus absen pada laga melawan Tottenham.
Kondisi darurat memaksa Amorim menurunkan pemain U-18, Chido Obi-Martin, yang menjalani debutnya dengan menggantikan Casemiro pada menit ke-50. Sayangnya, skenario kebangkitan United masih jauh dari harapan.
Lima pertandingan berikutnya bakal menjadi ujian berat bagi Setan Merah. Dalam satu bulan ke depan, mereka akan menghadapi tim-tim yang juga berjuang menjauh dari zona degradasi, yakni Everton (22/2), Ipswich Town (27/2/2025), dan Leicester City (17/3/2025). Selain itu, mereka juga akan melawan tim yang masih dalam perburuan gelar juara seperti Arsenal (9/3/2025) dan Nottingham Forest (2/4/2025). [dio/beq]






