Gresik (beritajatim.com) – Pemberlakuan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, tak mempengaruhi pelaku usaha properti (Mall) untuk terus menyiapkan strateginya di tahun 2025.
Salah satu mall yang ingin tetap eksis melewati pertumbuhannya adalah PT Dharma Graha Utama Grup (DGUG) pengelola Gressmall dan Aston Inn. Mall terbesar di Gresik itu menargetkan kenaikan okupansi (tingkat kunjungan) selama satu tahun kedepan.
Dirut PT Dharma Graha Utama Grup Erwin H.Poedjono mengatakan, saat ini operasional mall dibawah bendera DGUG sudah berjalan 6 tahun. Pasang surut bisnis ini sudah dilalui sampai sekarang. “Kami tetap eksis selama 6 tahun dan bisa melewati pasang surut. Baik itu terjadi covid-19 maupun pasca itu. Alhamdulillah masih bisa survive,” katanya, Rabu (26/2/2025).
Erwin juga menjelaskan meski tahun ini ada pemangkasan anggaran untuk efisiensi. Bisnis properti khusus mall tidak ada kendala. Pasalnya, timnya telah menyikapi hal itu bagaimana tetap survive. “Tak boleh mengeluh itu kuncinya, tetap bersemangat dan mencari kreatif supaya okupansi tetap naik,” paparnya.
Selama ini lanjut dia, rata-rata okupansinya berkisar 80%. Adanya efisiensi anggaran tentunya membuat kegiatan di mall baik itu pameran yang dilakukan pemerintahan berkurang. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi kami.
“Saya tetap optimis okupansi tetap stabil mengingat Gresik adalah kota investasi. Sehingga, banyak kegiatan industri maupun wisata religi,” ungkapnya.
Erwin menyatakan, soal efisiensi anggaran tidak terlalu banyak tergerus karena kegiatan masih banyak asal lebih kreatif. “Kami bersyukur dengan banyaknya inovasi-inovasi yang telah dilakukan, terutama dalam meningkatkan kualitas produk dan pelayanan Gressmall dan Aston. Harapannya dapat memberikan yang terbaik untuk para tamu,” urainya. [dny/kun]






