Surabaya (beritajatim.com) – Seorang pria ditemukan meninggal dunia dengan luka lebam di pinggir Jalan Kertajaya, Surabaya, pada Senin pagi (4/11/2024). Diduga kuat, pria itu menjadi sasaran amuk massa setelah ia kepergok mencuri sepeda angin.
Kapolsek Mulyorejo, Kompol Aspul Bakti, menjelaskan peristiwa ini bermula saat pelaku mencuri sepeda angin di Panti Asuhan Maslahatul Ummah, Jalan Manyar Sabrangan No. 133, Surabaya, sekitar pukul 03.30 WIB. Namun, aksinya kepergok oleh pemilik panti asuhan tersebut.
“Pelaku melarikan diri sambil meninggalkan sepeda angin yang dicuri,” kata Aspul.
Kemudian, Aspul bilang, sesampainya di Jalan Manyar Sabrangan Gang 3, pelaku kembali beraksi mencuri sepeda angin lagi warga bernama Indana (46 tahun). Dan aksinya itu kembali diketahui oleh warga sekitar kemudian dihajar.
“Pelaku mengambil lagi sepeda angin namun berhasil ditangkap oleh warga dan dihajar oleh massa. Iya (pelaku hingga tewas) ditangkap massa,” jelasnya.
Setelah kejadian itu, polisi bersama petugas BPBD Surabaya mendatangi lokasi kejadian. Korban sudah tergeletak di pinggir jalan dengan kondisi tangan terikat.
Petugas juga belum menemukan barang bukti untuk menganiaya pria itu di sekitar lokasi. Aspul menduga ia tewas dihajar massa menggunakan tangan kosong.
“Nggak ada (barang bukti seperti balok kayu dan lainnya untuk menghajar massa). Mungkin tangan,” ungkapnya.
Aspul menyampaikan, saat ini pihaknya masih memanggil para saksi untuk dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.
“Masih minta keterangan saksi,” ujarnya.
Pihaknya juga belum menemukan identitas pria tersebut. Saat ini, jenazah pria itu telah dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya.
“(Identitas) belum ditemukan, masih diidentifikasi. (Pria itu dibawa) di (RS Bhayangkara) Polda,” katanya.
Diketahui sebelumnya, warga Manyar Sabrangan Surabaya mengeluhkan tidak terealisasinya pengajuan fasilitas publik berupa CCTV kampung. Sehingga berimbas pada maraknya aksi pencurian, yang terjadi sejak bulan Oktober 2024 lalu.
Hal itu diungkapkan oleh Sudarji, Ketua RT 05 RW 02 Manyar Sabrangan. Kata dia, warganya selama ini mengaku resah dengan aksi pencurian tersebut. Dan ia berharap pemerintah kota (pemkot) segera merealisasikan pengajuan fasilitas publik berupa CCTV kampung. Yang sudah disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) bersama kelurahan setempat.
“Kami membutuhkan betul CCTV ini, sebab baru bulan Oktober 2024 ini sudah ada kejadian pembobolan rumah uang Rp5 juta raib. Lalu kemudian tiga HP, dan aksi pencurian di panti asuhan; 4 tabung gas elpigi serta 2 sepeda angin hilang,” papar Sudarji, Senin (21/10/2024) lalu.
“Maka dari itu kami butuh CCTV, agar tahu siapa pelakunya dan memberikan efek jera,” tandasnya. [ram/beq]






