Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswi Sarjana Terapan Teknik Elektro Industri Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Alya’ Nabila Hikari mengembangkan alat pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) portable.
Alya’ mengatakan bahwa listrik merupakan kebutuhan penting, apalagi saat terjadi pemadaman listrik berkepanjangan akibat adanya bencana alam. Indonesia sendiri memiliki risiko tinggi terhadap bencana alam.
“Sarana komunikasi antara tim penyelamat, keluarga, bahkan akses informasi penting melalui telepon genggam juga membutuhkan dukunga listrik,” kata Alya’, Jumat (27/9/2024).
PLTS Portable ini dirancang dengan ukuran dan berat yang mudah dibawa. Sehingga, alat ini mudah untuk diangkut dan ditempatkan di lokasi bencana atau keadaan darurat.
Pengaplikasian PLTS Portabel bagi situasi darurat pasca bencana ini dirancang dengan konsep penempatan LED dan pengisian daya berada di dalam tenda pengungsian, sehingga lebih praktis.
“Penggunaan algoritma optimasi PSO (Particle Swarm Optimization) untuk menyetel parameter (Proporsional Integral Derivatif) PID dapat meningkatkan respons kendali dan efisiensi sistem,” ungkap Alya’.
Dengan pengendali PSO-PID, sistem dapat mengoptimalkan respons terhadap perubahan intensitas cahaya matahari, mengatasi fluktuasi daya yang lebih baik, dan meningkatkan efisiensi konversi energi dari panel surya ke daya listrik.
“Hasil akhirnya, sistem PLTS Portabel yang lebih efisien, stabil, dan dapat bekerja dengan baik dalam berbagai kondisi lingkungan dan keadaan cahaya matahari,” jelas perempuan kelahiran Sidoarjo tersebut.
Ia berharap ke depan akan ada teknologi baterai baru yang lebih ringan dan murah, sehingga dapat menyempurnakan PLTS Portable ini.
“Kalau harus perjalanan jauh, PLTS ini dapat dimuat di alat transportasi, tak perlu dijinjing. Namun jika medannya tidak memungkinkan dilalui kendaraan, tentunya dibutuhkan fisik yang kuat untuk membawanya ke lokasi bencana,” tandasnya. [ipl/but]






