Jember (beritajatim.com) – Mahasiswa Universitas Jember membersihkan Sungai Dinoyo di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang dipenuhi sampah. Masyarakat Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji yang tinggal di sekitar hulu sungai ditengarai banyak membuang sampah ke sana.
Destana (Desa Tangguh Bencana) Rambipuji mencatat, desa tersebut menjadi langganan banjir sungai ketika musim hujan tiba. Terutama ketika kiriman air sungai dari hulu di kecamatan Panti. Kondisi sungai penuh sampah ini membuat belasan Mahasiswa Kuliah Kerja dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (KKPLP) Universitas Jember melakukan pembersihan.
“Kami hanya ihtiar, gak mungkin seluruh DAS Dinoyo kita bersihkan dari sampah. Tapi paling tidak kita sudah memulai memberi pengertian kepada warga dengan cara terjun sendiri ke sungai ,” kata Ferdian Oktavianto, salah satu mahasiswa, sebagaimana dilansir Humas Unej, Rabu (16/8/2023).
Mahasiswa menggandeng relawan Destana Rambipuji. Mereka mengumpulkan sembulan kantong berisi sampah plastik sepanjang sungai sejauh satu kilometer di Dusun Gudang Karang, Desa Rambipuji.
Sekretaris Destana Rambipuji Bayu Arianto menyebut pembersihan itu sebagai bagian dari mitigasi banjir Sungai Dinoyo. Destana sudah berusaha keras melokalisasi sampah semaksimal mungkin bersama petugas khusus dari pemerintah desa. “Masih ada saja oknum warga yang belum sadar dengan larangan buang sampah di sungai,” kata Bayu.
Ferdian berharap semua masyarakat dekat sungai Dinoyo Rambipuji sadar terhadap lingkungan. “Bila sampah dilempar ke sungai, ketika hujan akan jadi obyek penyumbat aliran sungai. Bila kemarau akan jadi sumber bau, dan serakan yang gak sedap dipandang,” katanya. [wir]






