Surabaya (beritajatim.com) – Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Surabaya (FT Ubaya) menciptakan prototipe perangkat uji kemurnian Bahan Bakar Minyak (BBM) berbasis Internet of Things (IoT). Alat bernama VeriFuel ini dirancang untuk memverifikasi kualitas BBM secara cepat dan real time.
Mahasiswa tersebut adalah Evan Nugroho, Christabel Audrey Theresya, dan Michael Ong. VeriFuel bekerja dengan dua indikator pengukuran, yakni sensor gas dan suhu, untuk mendeteksi kondisi BBM yang diuji.
Hasil pengukuran ditampilkan langsung pada layar perangkat dan tersambung ke aplikasi melalui jaringan Wi-Fi. Data pengujian disajikan secara real time, lengkap dengan informasi lokasi menggunakan Global Positioning System (GPS) serta penanda waktu.
“Ide ini berangkat dari kekhawatiran konsumen terkait dugaan penurunan kualitas BBM dan belum adanya metode verifikasi yang bersifat preventif,” kata Audrey, Jumat (16/1/2026).
Proses pengujian dilakukan dengan mengisi tabung di bagian bawah perangkat menggunakan BBM sebanyak 350 hingga 450 mililiter. Setelah tabung ditutup, sensor akan bekerja dan hasil pengukuran muncul dalam waktu sekitar 10 detik.
Status BBM ditampilkan dalam kategori normal atau tidak normal melalui layar OLED. Data yang sama otomatis masuk ke aplikasi petugas dan dapat diakses konsumen melalui versi aplikasi pengguna.
Perangkat ini menggunakan baterai isi ulang dan dirancang dengan ukuran yang ringkas. Desain tersebut memungkinkan alat digunakan secara praktis di lapangan tanpa instalasi tambahan. “VeriFuel mendorong pergeseran dari pemeriksaan reaktif menjadi preventif sebelum BBM digunakan,” ujar Christabel.
Inovasi VeriFuel meraih Juara Tiga dalam ajang Internet of Things Nasional Electro Champion 2025. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas pengembangan teknologi verifikasi BBM yang dilakukan mahasiswa Ubaya. [ipl/kun]






