Lumajang (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi ekstra kampus Institut Teknologi dan Bisnis Widyagama Lumajang menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Kabupaten Lumajang, Rabu (12/6/2024).
Mereka menuntut peninjauan kembali Peraturan Pemerintah (PP) terkait Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dan mendesak penolakan kriminalisasi aktivis lingkungan.
Aksi yang diikuti sekitar 50 aliansi mahasiswa ini sempat diwarnai aksi saling dorong dengan aparat kepolisian. Beruntung, situasi dapat segera dikendalikan dan aksi demonstrasi berlangsung damai setelah pihak DPRD Kabupaten Lumajang menemui langsung para mahasiswa.
Jauhari Afrizal, Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa, menyampaikan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap PP Tapera yang dinilai memberatkan rakyat, khususnya pekerja mandiri, buruh, dan swasta.
“PP Tapera mewajibkan pekerja untuk menyisihkan 2,5% dari gaji mereka, sedangkan perusahaan hanya dibebankan 0,5%. Sementara itu, pekerja mandiri diharuskan menyisihkan 3%,” jelas Jauhari.
Selain menuntut peninjauan PP Tapera, para mahasiswa juga mendesak penolakan kriminalisasi aktivis lingkungan. Menurut mereka, aktivis lingkungan harus dilindungi, bukan dibungkam dengan kriminalisasi.
Menanggapi tuntutan mahasiswa, Ketua DPRD Lumajang, Eko Adis Prayoga, berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat.
“Kami akan menyampaikan poin-poin penting tuntutan mahasiswa kepada pemerintah pusat sebagai pembuat kebijakan. Hari ini akan kami sampaikan ke DPR RI maupun ke Eksekutif,” ujar Eko.
Eko menambahkan, pihaknya juga akan mendorong dilakukannya kajian ulang terhadap PP Tapera agar lebih berpihak kepada rakyat.
“Peraturan soal Tapera itu perlu ada tinjauan kembali dan dibahas secara komprehensif,” tandasnya.
Mahasiswa memberi tenggat waktu 7×24 jam kepada DPRD Lumajang untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat.
Jika dalam waktu tersebut aspirasi mereka tidak ditindaklanjuti, mereka mengancam akan kembali berunjuk rasa dengan massa yang lebih besar. [ian]






