Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa KKN UM Surabaya bakal mengangkat 5 masalah utama di Jatim dalam kegiatan KKN bertajuk Ekspedisi Inovasi Bakti, Bukti, Gemati tersebut.
Kepala LPPM UM Surabaya Dede Nasrullah mengatakan bahwa tahun ini pihaknya sengaja fokus pada lima masalah di Jatim. Terdiri dari kesehatan, pertanian, digitalisasi sistem desa, inovasi pendidikan dan pengembangan kawasan masyarakat pesisir.
“Ada 13 produk inovasi dari mahasiswa yang memang sengaja dibuat karena berdasarkan kebutuhan masyarakat, dan tiga dari inovasi dosen yang juga akan digunakan di lokasi KKN. Jadi total ada 16,” ujar Dede, Kamis (27/7/2023).
Tahun ini ada 8 jenis KKN yang bisa diplilih mahasiswa UM Surabaya. Di antaranya KKN Muhammadiyah Aisyiah se-Indonsia di Kepulauan Bangka Belitung, KKN Berdaya di Tuban, Lamongan, Pamekasan dan Gresik).
Kemudian KKN Kemitraan Nasional di Kuala Lumpur Malasya, KKN 3T di Raja Ampat-Papua Barat, KKN PCR di Surabaya, KKN Learning Expres kerjasama dengan Singapore Polytechnic di Paciran, Lamongan, dan KKN Tematik di Surabaya dan Tuban.
Wakil Rektor 1 UM Surabaya M Ridlwan menjelaskan bahwa lewat tema yang diambil, mahasiswa diharapkan bisa memberikan kontribusi besar di tengah masyarakat, khususnya produk-produk inovasi yang dibawa akan membantu dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
“Jadi, mahasiswa yang KKN tahun ini sudah membawa produk-produk yang dibutuhkan masyarakat, produk tersebut memang telah disiapkan setelah mahasiswa riset lapangan terkait permasalahan yang terjadi di lapangan,” jelas Ridlwan.
BACA JUGA:
Dosen Umsida Tingkatkan Self Awareness Perempuan
Adapun produk inovasi mahasiswa tersebut antara lain:
1. Inovasi kesehatan terdiri dari sistem diagnosa buta warna berbasis mikrokontroler dengan metode ishihara dan smart infus detector.
2. Inovasi Pertanian terdiri dari pengering instan pada gabah (padi) agar tidak bergantung panas matahari. Alat Pendeteksi Agro Portable (Berbasis IoT) guna mengatasi gagal panen dan teknologi tepat guna alat penanam padi tipe drum.
3. Inovasi digitalisasi sistem desa terdiri dari E-SAMB peningkatan layanan publik “E-SAMB” masyarakat desa Sembunganyar, Gresik melalui sistem monitoring berbasis scanning code QR dan Chatbot bebas pinjol sebagai media layanan edukasi dan konsultasi bebas pinjol.
4. Inovasi pendidikan terdiri dari Smart Pop Up Book dan aplikasi petualangan Si Geo sebagai media pembelajaran matematika untuk tuna grahita.
BACA JUGA:
Dosen Umsida Bantu Digital Branding dan Peningkatan Literasi Keuangan UMKM
5. Pengembangan kawasan masyarakat pesisir terdiri dari alat inovasi pembuatan pakan ternak dari limbah cangkang rajungan. Lalu alat untuk mendeteksi kebakaran rumah otomatis pada perumahan Menganti, Gresik dan cataract glasess yakni kacamata cerdas terintegrasi eye monitor solusi pencegahan dan pemeliharaan keesehatan mata para nelayan di Desa Arosbaya.
Dalam KKN kali ini UM Surabaya memberangkatkan sebanyak 1.114 mahasiswa ke sejumlah daerah di tanah air. Mahasiswa dilepas langsung oleh Wakil Rektor 1 UM Surabaya M Ridlwan di Gedung At Tauhid Tower. [ipl/but]






