Pamekasan (beritajatim.com) – Ratusan mahasiswa gabungan dari berbagai elemen lintas organisasi di kabupaten Pamekasan, menggelar aksi unjukrasa di depan Gedung DPRD Pamekasan, Jl Kabupaten 107 Pamekasan, Kamis (14/4/2022).
Mereka terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pamekasan, serta elemen organisasi ekstra kampus di Pamekasan, yakni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan.
Dalam aksi tersebut, mereka menyoroti berbagai persoalan yang dinilai sangat meresahkan masyarakat. Seperti kenaikan dan kelangkaan minyak goreng, kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga wacana penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan Presiden Jokowi selama 3 periode.
[berita-terkait number=”4″ tag=”demo-pamekasan”]
“Sejak beberapa bulan terakhir, masyarakat sangat diresahkan dengan berbagai fenomena yang tidak berpihak kepada mereka. Semisal kelangkaan minyak goreng dan mengakibatkan antrean panjang di berbagai daerah,” kata salah satu orator aksi, Moh Lutfi.
Selain kelangkaan minyak goreng, kenaikan harga BBM juga tidak luput dari aspirasi mereka dan menuntut pemerintah agar berhenti mengeluarkan kebijakan yang tidak pro rakyat. “Kenaikan harga BBM jenis Pertamax juga memaksa masyarakat ramai-ramai beralih mengosumsi Pertalite,” ungkapnya.
“Kondisi ini sudah bisa dipastikan, jika nanti Pertalite kosong lantaran diburu, maka masyarakat akan dipaksa memakai Pertamax. Bahkan tidak menutup kemungkinan, harga Pertalite juga akan dinaikkan dan pada akhirnya sangat menyekik masyarakat,” sambung Ketua PMII Pamekasan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”dprd-pamekasan”]
Kebijakan tersebut memang merupakan kebijakan pemerintah pusat. Namun pihannya sengaja mendatangi DPRD Pamekasan, guna menyampaikan aspirasi mereka. “Kedatangan kami ingin minta solusi konkrit, sebab kelangkaan minyak goreng, kenaikan BBM dan PPN memukul masyarakat, khususnya di Pamekasan,” tegasnya.
Sementara Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rahman sangat mengapresiasi terhadap aspirasi dari mahasiswa. Bahkan pihaknya juga mengaku sangat merasakan penderitaan yang dirasakan masyarakat. “Karena itu, kami akan mengirim perwakilan untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa ke DPR RI di Jakarta,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak eksekutif untuk bersama membantu meringankan beban masyarakat, khususnya pada sekror minyak goreng. “Kebetulan sebentar lagi kami menggelar rapat dengan Pak Bupati. Maka, tuntutan adik-adik mahasiwa akan kami sampaikan,” pungkasnya. [pin/but]






