Surabaya (beritajatim.com) – Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluncurkan Visionaries, sebuah sistem informasi publik berbasis smartpole atau tiang lampu cerdas untuk mendukung layanan kota cerdas.
Inovasi dari tim Frequency Freaks ini mencakup tiga dari enam pilar kota cerdas, yakni Smart Government, Smart Society, dan Smart Branding.
Ketua Tim Muhammad Ali Akbar menjelaskan bahwa sistem informasi publik yang efektif akan memudahkan akses masyarakat terhadap layanan, terutama dengan memanfaatkan teknologi modern.
Visionaries dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan publik, termasuk peringatan dini bencana, iklan untuk bisnis lokal, dan pemantauan cuaca real-time. Sistem ini akan meningkatkan interaksi antara pemerintah dan masyarakat.
Visionaries ditujukan untuk Kota Denpasar, Bali, dan bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah seperti Diskominfos, BMKG, serta BPBD. Tim juga bermitra dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali untuk memberikan informasi pariwisata.
Dalam operasionalnya, smartpole akan mengumpulkan informasi secara berkala melalui antena. Data ini akan masuk ke server Visionaries, diolah, dan ditampilkan pada monitor yang terpasang di tiang tersebut.
“Kami menggunakan bahasa pemrograman Python untuk sistem ini,” jelas Ali, Kamis (24/10/2024).
Smartpole yang dirancang oleh tim dari Departemen Teknik Elektro ITS memiliki berbagai fitur inovatif. Salah satunya Bali Today!, yang memberikan informasi destinasi wisata di Bali. Ada juga fitur Smart Ads untuk membantu pelaku bisnis lokal mempromosikan usaha mereka.
Sedangkan fitur Early Warning System (EWS) memberikan peringatan dini terhadap bencana seperti tsunami dan gempa bumi, penting mengingat potensi risiko di Denpasar.
“Visionaries juga dilengkapi dengan Real-Time Monitoring yang menampilkan data suhu, kecepatan angin, dan kelembapan udara,” tambah Ali.
Fitur-fitur ini merupakan kontribusi terhadap penerapan SDGs poin 9 terkait Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, didukung oleh pengembangan tiang lampu pintar, sementara peningkatan kualitas informasi publik berkontribusi pada poin 11, mengenai Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan.
Inovasi ini juga meraih peringkat III dalam kategori Kota Cerdas pada Gemastik XIV di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Ali berharap pencapaian ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk menciptakan inovasi baru. [ipl/ian]






