Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pdt. Rio Pattiselanno, mengusulkan agar Mall Pelayanan Publik (MPP) Surabaya dikembangkan menjadi Super Mall Pelayanan Publik (Super MPP). Menurutnya, berbagai inovasi pelayanan yang telah dibangun Pemerintah Kota Surabaya layak ditingkatkan agar akses layanan publik semakin cepat, mudah, dan menjangkau seluruh wilayah kota.
“Saat ini MPP di Kota Surabaya sangat baik dan terdepan dalam layanan, fasilitas, transparansi, serta digitalisasi. Karena itu, saya mengusulkan Surabaya menjadi Super MPP, bukan lagi sekadar MPP,” ujar politisi PSI itu, Kamis (9/7/2026).
Rio menjelaskan transformasi pelayanan publik di Surabaya telah berlangsung sejak masih menggunakan Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA). Saat menjabat sebagai anggota DPRD periode 2009–2014, ia mengusulkan perubahan menjadi Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UPTSP) agar proses pelayanan lebih efektif dan efisien.
“Kalau dulu satu atap tetapi masih banyak pintu, akhirnya proses pelayanan menjadi kurang efektif. Karena itu, saya mengusulkan satu pintu sehingga berkas masuk dan keluar melalui jalur yang sama serta dilengkapi sistem pelacakan dokumen,” katanya.
Menurut Rio, konsep tersebut kemudian berkembang menjadi Surabaya Single Window (SSW), yang saat ini telah diperbarui menjadi SSW Alfa dan terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS). Ia menilai inovasi tersebut menjadikan Surabaya sebagai salah satu daerah pelopor dalam digitalisasi layanan perizinan.
Rio juga mengusulkan perluasan layanan melalui pembentukan MPP di kawasan Surabaya Barat dan Surabaya Timur serta menghadirkan program MPP Goes to Kelurahan atau Balai RW secara berkala. Langkah tersebut diharapkan mempermudah masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota untuk mengakses layanan pemerintahan.
“Kehadiran MPP harus semakin dekat dengan warga. Saya juga mengusulkan MPP di Surabaya Barat dan Surabaya Timur agar pelayanan lebih cepat, efisien, dan mudah dijangkau masyarakat,” ujarnya.
Selain memberikan apresiasi, Rio menyampaikan sejumlah masukan kepada Pemerintah Kota Surabaya. Ia mendorong penyederhanaan proses pelayanan dengan memangkas persyaratan yang tidak relevan, standardisasi SOP lintas instansi, pengembangan MPP sebagai one stop investment center, peningkatan kualitas petugas layanan, serta perluasan jam operasional sesuai kebutuhan masyarakat.
“Saya berharap Pemkot Surabaya terus menghadirkan inovasi pelayanan publik. Dengan pembenahan yang berkelanjutan, Surabaya dapat menjadi kota cerdas bertaraf internasional dengan pelayanan publik yang semakin berkualitas,” pungkas Rio. [asg/kun]






