Malang (beritajatim.com) – Dua delegasi dari mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Shofa Umrotul Hasanah dan Zakiyyatu Fadzilla mempresentasikan gagasan soal pancasila dan kebebasan beragama di Leipzig University, Jerman. Kegiatan ini merupakan lanjutan sesi perkuliahan dan seminar yang diselenggarakan oleh Leipzig University.
Dalam presentasinya Shofa dan Zakiyyatu, sapannya, menjelaskan tentang paper “Freedom of Religion and the legal general regulations in Germany and Indonesia”. Keduanya tengah mengikuti Short Course Taking Perspectives 2024 di Leipzig University, Jerman pada Rabu, (19/6/2024) lalu.
Kegiatan ini menjadi sesi lanjutan perkuliahan dan seminar yang diselenggarakan oleh Leipzig University agar dosen dan mahasiswa belajar perbandingan sistem hukum kedua negara. Sesi ini dihadiri delegasi dosen dan mahasiswa dari Leipzig University, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Brawijaya (UB).
Keduanya mengulas tentang hak kebebasan beragama, hak memilih agama yang dianut, dan ibadah tanpa campur tangan yang semestinya. “Hak fundamental ini juga dijamin oleh pasal 18 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, pasal 18 Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik, dan Deklarasi Penghapusan Segala Bentuk Intoleransi dan Diskriminasi Berdasarkan Agama atau Keyakinan,” jelas Zakiyyatu.
Kebebasan beragama atau berkeyakinan punya banyak dimensi dan bersinggungan dengan hak asasi manusia lainnya. Salah satunya seperti hak atas kebebasan berekspresi atau hak untuk hidup.
Di sisi lain, Shofa menjelaskan kebebasan agama menciptakan kerukunan di Kota Malang dan Bekasi. Kerukunan di Kota Malang pada setiap tahunnya terbukti hadirnya ratusan umat Islam Indonesia melaksanakan Shalat Idul Fitri di halaman belakang Gereja Katolik Kayutangan Kota Malang.

“Selain itu, toleransi di Bekasi terbukti dengan adanya keberanian Wali Kota Bekasi saat itu yaitu Rahmat Effendi pada tahun 2019 membela kebebasan umat Katolik untuk beribadah di Gereja Santa Clara di Bekasi Utara,” kata Shofa.
Dalam bidang sosial, politik, ekonomi, budaya, dan tradisi, ujar Shofa, agama banyak memegang peranan penting dalam kehidupan sosial, seperti pembangunan rumah sakit dan sekolah Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan sebagainya. Kelompok agama juga berpengaruh yang besar terhadap adanya partai politik di Indonesia.
Agama juga mempengaruhi perekonomian masyarakat, tercermin dari banyaknya lembaga keuangan berbasis syariah di Indonesia, contohnya adalah Bank Syariah Indonesia (BSI). BSI sendiri juga turut serta dalam peningkatan perkembangan ekonomi dan edukasi di Indonesia.
“Apalagi mengingat BSI dalam tahun 2023 berhasil menjadi bank terbesar ke-6 di Indonesia dan memiliki banyak program pembiayaan beasiswa untuk para pelajar di Indonesia,” ungkap Zakiyyatu.
Pada hari Kamis (11/7/2024) pukul 13.15 – 14.45 waktu setempat di Law Faculty Burgstraße 21 Room 4.19., Ardhan Dwi dan Difa Wafani dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya melanjutkan rangkaian presentasi dengan membahas mengenai Introduction Seminar “Pancasila”.
Mereka membahas secara rinci bagaimana pengertian dan makna dari setiap sila Pancasila, serta implementasinya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Presentasi ini menggambarkan realita masyarakat Indonesia dalam menerapkan nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan. (dan/kun)






