Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Akademi Kuliner dan Patiseri OTTIMMO International membuat sebuah desain kota dari kue jahe atau gingerbrade town.
Gingerbrade town merupakan tradisi populer di berbagai kebudayaan di dunia. Biasanya, rumah-rumah kue jahe ini terbuat dari kembang gula yang didekor dengan meriah.
“Setiap project akhir semester kami membuat gingerbrade. Biasanya hanya satu bangunan, terus terpikir membuat town itu sepertinya seru juga untuk mengasah kreativitas mahasiswa,” ujar Chef Jessica Hartan, Selasa (19/12/2023).
Rumah jahe yang bisa dimakan ini sering dikaitkan dengan musim liburan, khususnya natal. Dikarenakan ujian dilakukan di bulan Desember, maka tema yang di angkat pun tentang natal.
Jessica menjelaskan, dalam pembuatan gingerbrade ini bahan yang harus disiapkan antara lain butter, gula, tepung, telur, dan ginger powder. “Resep kita kasih ke mereka. Kalau mau di-improve bisa dari segi gula apa yang dipakai. Kalau ada yang mau warna lebih muda bisa pakai gula pasir,” jelasnya.
Kesabaran dan efisiensi dalam membuat desain menjadi penilaian penting. “Itu yang mereka harus punya, karena efisiensi sangat penting untuk kerja di industri, perhotelan atau pun hospitaly,” ungkap Jessica.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa Nicky Brassalie mengungkapkan jika dirinya bersama timnya membuat gingerbrade town bertema Harry Potter. Ia bahkan harus melakukan trial sebanyak tiga kali. “Kami membuat beberapa istana harry potter, rumah-rumahan kecilnya, nanti di bawahnya ada lembah dan sebagainya,” ungkap Nicky.
Ia mengaku, kesulitan yang dihadapi timnya antara lain saat melakukan icing. Tingkat kepadatan icing menentukan kokoh tidaknya bangunan kue jahe. “Icing itu selalu cair. Sedangkan untuk gingerbrade, icing kita terlalu sedikit tidak bisa nempel dengan baik dan akan lama menempelnya. Sedangkan kalo icing padat dan kental lebih gampang,” ujarnya.
Terlepas dari tingkat kerumitannya, kegembiraan dalam membuat, mendekorasi, dan berbagi rumah roti jahe menambah sentuhan istimewa bagi banyak orang. Penilaian utama dalam ujian ini adalah kreativitas, serta kekuatan dari struktur bangunan. [ipl/suf]






