Magetan (beritajatim.com) – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Poncol dan Plaosan pada Senin (10/11/2025) memicu sejumlah kejadian tanah longsor di beberapa titik. Satu warga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa material longsor saat sedang berada di jalur penghubung Desa Gonggang–Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.
1. Peristiwa longsor pertama terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Raya Desa Gonggang–Janggan, tepatnya RT 15 RW 05 Desa Janggan, Poncol. Material tanah dengan tinggi sekitar 40 meter dan lebar kurang lebih 20 meter menimpa dua warga yang saat itu tengah mendorong sepeda motor Honda Beat milik mereka yang mengalami kerusakan mesin. Satu korban atas nama Sarno (50), warga Desa Poncol, dinyatakan meninggal dunia. Sementara rekannya, Bayu (17), mengalami luka berat dan segera dievakuasi ke RSUD Magetan.
Motor yang tertimpa material longsor mengalami kerusakan berat. Petugas BPBD Magetan bersama TNI, Polri, Damkar, perangkat desa, dan relawan melakukan proses evakuasi serta pembersihan menggunakan alat manual dan dua unit mobil pemadam. Pembersihan selesai pada pukul 19.06 WIB dan akses jalan kembali normal. Wakil Bupati Magetan juga mengunjungi rumah duka dan menyerahkan bantuan kedaruratan kepada keluarga korban pada pukul 20.00 WIB.
2. Longsor Tutup Total Akses Jalan Desa Gonggang ke Empat Dukuh
Di waktu yang hampir bersamaan, material longsor juga menutup 100 persen akses jalan Desa Gonggang menuju Dukuh Kopen, Dagung, Candi, dan Templek. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun karena volume longsoran cukup besar (tinggi ±8 meter, lebar ±7 meter), pembersihan baru bisa dilakukan keesokan harinya menggunakan alat berat.
3. Longsor dan Banjir Luapan di Plaosan Hambat Lalu Lintas
Sekitar pukul 16.30 WIB, tanah longsor juga terjadi di jalur Tawangmangu–Plaosan, tepatnya di barat Mbah Jo Resort. Material menutup sekitar 30 persen badan jalan. Selain itu, air hujan membawa endapan lumpur dari area atas lahan warga sehingga memicu banjir luapan di sekitar akses menuju Sarangsari Hill dan jembatan Sarangan atas.
BPBD bersama unsur terlibat menurunkan alat manual serta tiga unit truk tangki untuk mempercepat pembersihan. Arus lalu lintas kembali normal sekitar pukul 21.08 WIB.
4. Dampak Lain yang Ditemukan
BPBD juga melaporkan kerusakan lain yang masih dalam tahap pendataan dan penanganan pada Selasa (11/11), antara lain:
Longsor di Desa Gonggang yang merusak lahan pertanian dan menutup akses desa.
Longsor di Dukuh Wonomulyo yang merusak lahan pertanian.
Atap dapur rumah milik Sumini roboh.
Tembok dapur rumah milik Warto roboh.
BPBD Kabupaten Magetan mengimbau warga di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan terutama saat dan setelah hujan deras. Tanda-tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
Munculnya retakan tanah atau dinding rumah
Pohon atau tiang terlihat miring
Air keruh keluar dari celah tanah
Muncul suara gemuruh dari arah lereng
Masyarakat diminta menghindari aktivitas di sekitar lereng terjal dan tidak melintasi jalan yang diberi barikade maupun terpal sebagai penanda titik rawan longsor susulan.
Penanganan seluruh kejadian dilakukan oleh BPBD Magetan bersama unsur TNI, Polri, Dinas PUPR, DLH, TAGANA, perangkat desa, relawan, dan masyarakat. [fiq/aje]






