Pamekasan (beritajatim.com) – Manajemen Madura United FC secara resmi menginformasikan rencana kedatangan Joel Cornelli ke Madura yang sebelumnya dijadwalkan segera melatih Laskar Sape Kerrab, terpaksa dibatalkan sekalipun proses administrasi dipastikan selesai.
“Seluruh proses administrasi sebenarnya telah kami selesaikan, termasuk penerbitan visa pada 18 Maret. Artinya secara kesiapan, yang bersangkutan sudah sangat siap untuk bergabung bersama tim,” kata Dirut Utama PT PBMB, Annisa Zhafarina, Rabu (25/3/2026).
Hanya saja kedatangan juru taktik baru yang diplot menggantikan kompatriotnya sesama Brasil, Carlos Periera terpaksa harus dibatalkan. “Namun pada detik-detik akhir, pihak Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengeluarkan surat terkait agenda turnamen tim wanita. Dalam kondisi tersebut, Joel Cornelli tidak mendapatkan izin untuk meninggalkan tim yang saat ini ia tangani,” ungkapnya.
“Sebelumnya ia (Joel Cornelli) sudah mengajukan cuti untuk membantu Madura United menyelesaikan 9 match (laga) terakhirnya, sempat diizinkan dan pada akhirnya cuti tersebut di tolak oleh FAM,” imbuhnya.
Selain itu, pihak manajemen juga memiliki opsi mendatangkan suksesor Carlos Periera dari Amerika Latin maupun Eropa. “Upaya itu sementara masih terkendala khususnya dalam hal akomodasi penerbangan yang terdampak situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah,” jelasnya.
“Sementara itu, untuk opsi pelatih dari Asia, manajemen masih belum menemukan sosok yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim saat ini,” sambung putri sulung Bos Madura United FC, Achsanul Qosasi.
Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor yang tidak dapat dihindari, sekaligus memastikan keputusan tersebut merupakan hasil pertimbangan matang demi kepentingan bersama.
Selain itu, pihak manajemen juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang telah menantikan kehadiran Joel Cornelli, termasuk para pendukung dan stakeholder terkait. “Kami memahami situasi ini bukan hal yang mudah, baik bagi tim maupun para suporter. Kami berharap situasi ini dapat dipahami dengan baik,” pungkasnya. [pi/ajen]






