Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC secara resmi memastikan melepas Pelatih Carlos Periera, seiring dengan performa tim yang tidak kunjung membaik khususnya dalam beberapa laga terakhir Super League 2025-2026.
Terlebih saat ini, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab menempati posisi zona merah klasemen sementara, tepatnya di posisi 16 klasemen dengan koleksi 20 poin dari 25 laga yang dijalani. Ironis, angka laga justru lebih banyak dibanding koleksi poin yang mereka miliki.
Koleksi 20 poin didapat berkat hasil 4 kali menang, 8 kali imbang, serta sebanyak 13 laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Bahkan hingga pekan ke-25, mereka baru memasukkan 24 gol dan sudah kebobolan sebanyak 42 gol dari 25 laga yang dijalani.
Torehan 20 poin tersebut identik dengan total koleksi 20 poin milik Persis Solo, yang menempati posisi 15 klasemen, yakni satu strip di atas zona merah degradasi. Namun Persis memiliki surplus gol lebih baik dibanding tim yang bermarkas di Pulau Garam, Madura.
“Performa tim yang terus menurun dalam beberapa pertandingan terakhir membuat manajemen mengambil keputusan dengan cepat. Setelah melalui proses evaluasi, Coach Carlos Parreira dinilai bertanggung jawab atas hasil yang belum sesuai harapan dan ia menyatakan kesediaannya untuk mundur dari kursi kepelatihan,” kata Manajer Madura United FC, Umar Wachdin, Sabtu (14/3/2026).
Keputusan tersebut diambil sebagai langkah konkrit seiring dengan hasil minor yang dialami tim, termasuk tuntutan dari suporter Madura Bersatu. “Manajemen bergerak cepat dalam mengambil langkah ini, sekaligus menjawab harapan para suporter yang menginginkan adanya evaluasi menyeluruh terhadap tim,” tegasnya.
“Dalam waktu dekat, manajemen akan segera mencari pelatih baru yang diharapkan mampu menyetel kembali kondisi tim dan membawa performa tim kembali ke jalur yang lebih baik, dan tentunya terhindar dari degradasi,” pungkasnya. [pin/kun]






