Surabaya (beritajatim.com) – Cuaca di wilayah Jawa Timur bagian barat pada Rabu, 23 Juli 2025, diprediksi akan didominasi langit cerah, terutama di Kota dan Kabupaten Madiun. Namun berbeda dengan Pacitan yang justru akan mengalami kondisi cuaca yang lebih dinamis dari pagi hingga malam hari. Prakiraan ini disampaikan langsung oleh Oky Sukma Hakim, S.Tr., prakirawan dari BMKG Juanda.
“Kami perkirakan wilayah Kota Madiun akan mengalami cuaca cerah dan terik sepanjang hari, mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB. Kondisi ini relatif stabil dan tidak menunjukkan potensi hujan,” ujar Oky dalam keterangannya pada Selasa (22/7).
Suhu udara di Kota Madiun akan berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celcius, dengan kelembaban udara antara 48 hingga 90 persen. Angin bertiup dari arah selatan dengan kecepatan sekitar 18,5 km/jam.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Madiun. Dari pagi hingga malam hari, langit diprediksi tetap cerah dan tidak ada tanda-tanda perubahan cuaca yang signifikan. Suhu di wilayah ini sedikit lebih rendah dibandingkan kota, yakni antara 21 hingga 31 derajat Celcius.
“Kabupaten Madiun pun cenderung tenang secara meteorologis, anginnya berasal dari arah barat daya dengan kecepatan yang sama,” tambahnya.
Sementara itu, cuaca di Pacitan menunjukkan pola yang lebih bervariasi sepanjang hari. “Pagi hari sekitar pukul 06.00 hingga 09.00 WIB akan berawan, lalu beralih menjadi cerah terik menjelang siang. Namun pada sore hari kembali cerah berawan dan malamnya berawan total. Pukul 21.00 WIB diprediksi wilayah ini akan tertutup kabut,” jelas Oky.
Suhu udara di Pacitan berkisar antara 20 hingga 29 derajat Celcius dengan tingkat kelembaban cukup tinggi, yaitu antara 59 sampai 98 persen. Angin berhembus dari arah timur laut dengan kecepatan sekitar 15,2 km/jam.
Dengan kondisi cuaca yang cukup panas dan minim awan di Madiun, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kondisi tubuh, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan.
“Gunakan pelindung seperti topi atau payung, serta jangan lupa konsumsi air yang cukup untuk mencegah dehidrasi,” tutup Oky. (mnd/but)






