Jember (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 membuat perekonomian macet. Salah satu yang terdampak adalah Kelompok Petani Jamur Tiram (KPJT) Manur, di Desa Klakah, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
KPJT Manut sebelum pandemi berbisnis jamur tiram segar, dan memulai usaha olahan jamur seperti bakso jamur. Bakso jamur dipilih, karena bisa disimpan lama dalam bentuk makanan beku dalam jangka waktu lama.
Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pendidikan Alam Unej, Eni Hoirun, membantu kelompok ini bangkit kembali.
Eni dan kawan-kawan membantu anggota KPJT Manut untuk membenahi manajemen keuangan kelompok. Mereka juga mendampingi anggota kelompok yang mendapatkan bantuan dana dari pemerintah dalam memulai usaha.
“Kami juga mendorong warga memulai membuka usaha baru seperti membuat rengginang, dan turut membantu pemasaran produk kopi setempat yang dinamai Kopi Gucci Wasiat. KPJT Manut saat ini tidak hanya menaungi anggota kelompok yang bertani dan usaha jamur saja namun sudah melebar ke usaha lain,” kata Eni, sebagaimana dilansir Humas Unej, Kamis (1/9/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”Jember”]
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember, Yuli Witono, mengatakan, para mahasiswa menjalani KKN (Kuliah Kerja Nyata) pada 20 Juli hingga 23 Agustus 2022.
KKN tersebut menekankan inovasi berbasis pada potensi desa, dan bisa berupa solusi permasalahan yang dihadapi masyarakat desa.
“Inovasi bisa bersifat kebaruan atau pengembangan dan penyempurnaan dari yang sudah ada. Kedua, hasil-hasil inovasi dan program yang dihasilkan mahasiswa menjadi bahan evaluasi dalam penyelenggaraan KKN selanjutnya,” kata Yuli. [wir/beq]






