Malang (beritajatim.com) – Muhammad Hafizh Putranto anak muda lulusan Universitas Brawijaya ini memilih untuk mengejar karir di bidang yang berbeda dengan jurusan yang mereka ambil selama kuliah.
Hafizh, lulusan Universitas Brawijaya Malang dengan gelar di bidang Hubungan Internasional, memilih untuk beralih ke dunia wirausaha di sektor sosial, terutama dalam pengolahan limbah. Dia mengambil langkah berani ini setelah menyelesaikan pendidikannya.
“Sangat berbeda dengan apa yang saya pelajari di kuliah. Saya harus memulai dari awal, beradaptasi dengan perubahan dalam bisnis, dan menghadapi berbagai tantangan,” ungkap Hafizh.
Semasa kuliah, Hafizh memfokuskan studinya pada profesi diplomatik atau karir di lembaga pemerintahan sejenisnya. Profesi ini memiliki daya tarik dan reputasi yang tinggi.
“Namun, seiring berjalannya waktu, saya menyadari bahwa bisnis dalam pengolahan limbah memiliki keunikan dan peluang tersendiri. Saya merasa mampu beradaptasi dengan lingkungan di sektor ini, yang tentu saja sangat berbeda dari apa yang saya pelajari selama kuliah,” jelas Hafizh, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Unit Aktivitas Panahan Universitas Brawijaya.
Sebagai lulusan Hubungan Internasional yang memasuki dunia pengolahan limbah, terutama dalam budidaya Maggot BSF, Hafizh harus mampu berjuang melalui situasi yang sangat berbeda.
“Saya harus belajar dari dasar tentang budidaya dan pengolahan limbah, memahami ilmu pengetahuan untuk mengerti komposisi produk, manajemen produksi, penanganan limbah, hingga bagaimana menjaga kesehatan pribadi di tengah risiko penyakit,” tambahnya.
Meskipun begitu, ini tidak berarti bahwa apa yang dipelajari selama kuliah tidak berguna dalam pekerjaannya saat ini.
“Waktu kuliah saya belajar banyak hal, termasuk negosiasi, diplomasi, dan lainnya yang sangat membantu dalam menganalisis pasar, bernegosiasi dengan mitra atau klien, dan sebagainya,” ungkap pria asal Bekasi ini.
Baca juga: Ngalamaggot Budidaya Maggot dari Kota Malang untuk Pengelolaan Limbah Organik yang Efektif
Terlepas dari tantangan ini, bisnis pengolahan limbah, terutama budidaya Maggot BSF di Malang, masih belum umum di banyak daerah lain. Ini menciptakan peluang dan tantangan sendiri, mulai dari menjalin kemitraan dengan pihak lain, memperkenalkan produk, dan lain-lain.
“Pengalaman kuliah sangat membantu saya dalam menjalankan pekerjaan dengan efektif dan efisien,” lanjut Hafizh yang berusia 23 tahun.
Namun, dia menjalani usahanya dengan sukacita. Baginya, memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan rekan-rekan yang berbagi minat di bidang yang sama membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik dan sekaligus menjadi sumber penghasilan. Selain itu, usahanya juga membantu para peternak unggas dan perikanan dalam hal pasokan pakan ternak, serta banyak manfaat lainnya.
“Selain itu, perjalanan ini juga membawa kesulitan, mulai dari menghadapi bau limbah yang tidak menyenangkan (bahkan kadang-kadang sangat mengganggu), sering diabaikan karena dianggap sebagai ‘pekerjaan kotor’, dan masih banyak hal lainnya,” tambahnya.

Seiring berjalannya waktu, usaha Hafizh mulai mendapatkan perhatian dari beberapa klien dan kegiatan besar. Salah satunya adalah undangan untuk memberikan materi dalam kegiatan penyuluhan masyarakat tentang budidaya Maggot BSF di Desa Tawangargo, Karangploso, Kabupaten Malang.
“Dari segi klien, kami memiliki sejumlah pemesan Maggot BSF hidup yang tersebar di Jawa Timur. Kami juga membuka peluang untuk menjadi reseller atau distributor produk Maggot BSF kering kami di seluruh Indonesia,” jelasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Hafizh berharap tidak hanya memperluas jaringan bisnisnya.
“Saya ingin masyarakat menyadari bahwa hal-hal yang terlihat kotor atau dianggap limbah belum tentu tidak berguna. Saya berusaha mengubah pandangan bahwa pekerjaan yang dianggap ‘kotor’, seperti pengolahan limbah, sebenarnya memiliki dampak besar dan perlu dihargai,” tutup pria yang juga memiliki impian menjadi penerbang perintis tersebut. (ted)
=================
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






