Malang (beritajatim.com)– Semangat inovasi terus berkobar di kalangan generasi muda Indonesia. Salah satu buktinya adalah upaya yang dilakukan oleh Ngalamaggot. Perusahaan ini khusus berfokus pada pengelolaan limbah, dengan spesialisasi dalam pengolahan maggot BSF (Hermetia illucens).
“Maggot BSF tidak hanya berperan sebagai agen dekomposer limbah organik yang efisien, tetapi juga memiliki kandungan protein tinggi yang cocok sebagai pakan ternak atau campuran pakan ternak,” jelas Muhammad Hafizh Putranto, CEO Ngalamaggot.
Perusahaan ini didirikan pada tahun 2022 oleh tiga individu yang memiliki keahlian dan tanggung jawab masing-masing dalam operasional perusahaan.
“Hal yang kami tawarkan adalah Maggot BSF, baik dalam keadaan segar maupun kering, yang sangat baik sebagai pakan ternak terutama untuk unggas dan perikanan. Selain itu, kami juga berkontribusi dalam upaya mengurangi limbah organik dengan mengubahnya menjadi pakan yang bernutrisi bagi Maggot BSF,” tambahnya.
Namun, dalam proses membangun usaha, tentu saja ada berbagai tantangan yang dihadapi. Salah satu contohnya adalah kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.
“Saat ini, hanya ada satu orang yang bertanggung jawab atas operasional. Tugasnya meliputi pengumpulan sampah, pemeliharaan maggot, hingga pengeringan maggot,” ungkapnya.
Baca Juga: MMD UB Bantu Warga Desa Ngijo Malang Budidaya Maggot Jadi Pakan Lele
Solusinya adalah dengan menambah jumlah SDM untuk mengelola operasional. Langkah ini tidak hanya akan memperlancar operasional, tetapi juga merupakan upaya untuk memberdayakan pemuda di Malang.
“Dari sisi pemasaran, kami kadang kesulitan untuk masuk ke toko-toko di Malang. Untuk mengatasi ini, kami berusaha secara aktif memasarkan produk secara offline ke toko-toko dan merancang program reseller,” lanjut Hafizh.
Meskipun begitu, Ngalamaggot berhasil meraih prestasi. Mereka juga berhasil menjalin kemitraan dengan peternak lele dan mengirimkan ratusan kilogram maggot setiap bulannya.
Tak hanya itu, Ngalamaggot pernah bekerja sama dengan mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya untuk memperkenalkan budidaya maggot kepada masyarakat di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
“Kami pernah menjadi penerima penghargaan dalam program Youth Entrepreneur Brawijaya (YEB) yang diadakan oleh Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Brawijaya DI2B UB,” tambahnya.

Saat ini, Ngalamaggot sedang menggarap beberapa proyek, termasuk program reseller maggot kering berskala nasional yang memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan yang signifikan.
“Kami juga sedang mengembangkan lini produk pakan ternak baru dengan menguji kandungan nutrisi di laboratorium untuk memastikan produk yang berkualitas dan optimal untuk pengembangan di masa depan,” kata Hafizh yang usianya baru 23 tahun.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Pada masa mendatang, Ngalamaggot berencana bekerja sama dengan restoran dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) untuk mengumpulkan limbah organik. Selain itu, mereka berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemilahan sampah organik dan non-organik. Rencana lainnya adalah mendistribusikan produk mereka ke seluruh Indonesia melalui program reseller.
Selain itu, Ngalamaggot ingin meningkatkan dampak positifnya terhadap lingkungan. Mereka bertujuan untuk mengolah lebih banyak sampah dan memperluas lini produk seperti pupuk hasil olahan maggot (Bekas Maggot), tepung maggot, dan pelet pakan ternak.
“Diharapkan usaha kami akan memberikan dampak positif pada lingkungan. Kami juga berharap agar kesadaran masyarakat terhadap dampak sampah terhadap lingkungan semakin meningkat, dan mereka terbiasa melakukan pemilahan sampah,” ungkap Hafizh.
Pada kesempatan ini, Hafizh memberikan pesan kepada para generasi muda. Menjadi pengusaha bukanlah perkara yang mudah, dan meskipun semua orang bisa memulai usaha, tidak semua orang bisa menjadi seorang pengusaha sukses.
“Oleh karena itu, memiliki visi yang jelas sangat penting. Dengan visi yang kuat, kita dapat mengatasi berbagai tantangan yang muncul. Selain itu, tekad yang kuat juga menjadi salah satu kunci utama kesuksesan dalam berwirausaha, karena tidak selalu ada jalan mudah dalam perjalanan usaha,” tegasnya. (ted)

=======================
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






