Karanganyar (beritajatim.com) – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Hiro Karanganyar kembali mencetak sejarah dengan menginisiasi Japan Indonesia Driving School (JIDS), program pelatihan khusus di bidang transportasi. Ini merupakan kali pertama program semacam ini dilaksanakan di luar Jepang dan mendapat dukungan penuh dari KSG Kabushiki Kaisha KS Global, sebuah asosiasi driver di Jepang.
Dirintis sejak Agustus 2024, program ini bertujuan mencetak tenaga kerja berketerampilan khusus di sektor transportasi. Pada 8 dan 9 Februari 2025, LPK Hiro sukses menggelar tes SSW Driver Bus atau Ujian Keterampilan Tokutei Ginou bagi calon pengemudi bus.
Direktur LPK Hiro, Bowo Kristianto, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, termasuk pembangunan sirkuit latihan, penyediaan armada, serta pembukaan kelas bahasa hingga level Japanese Language Proficiency Test (JLPT) N3.
“Dan Alhamdulillahnya sudah berhasil menyelenggarakan tes SSW, ada 27 peserta yang mengikuti tes dan 25 orang lolos untuk mengikuti tahapan tes selanjutnya. Ini adalah sebuah kebanggaan karena perdana dilakukan di luar Jepang dan itu dilaksanakan di LPK Hiro Karanganyar di Indonesia,” ujar Bowo Kristianto saat dihubungi Minggu (2/3/2025).
Menurutnya, program ini memiliki prospek cerah mengingat tingginya kebutuhan tenaga kerja di sektor transportasi Jepang. Bahkan, pihaknya telah melakukan kunjungan langsung ke beberapa perusahaan transportasi di Tokyo dan Nagoya untuk memastikan peluang kerja bagi lulusan program ini.
“Kebutuhan di bidang transportasi itu meliputi driver untuk bus, taksi, dan truk,” tambahnya.
Demi menjaring lebih banyak peserta potensial, LPK Hiro menggandeng beberapa lembaga pelatihan lain, termasuk LPK Kamisora Boyolali. Pimpinan LPK Kamisora Boyolali, Yudo Setiyawan, mengungkapkan bahwa kerja sama ini bertujuan mencari kandidat terbaik di bidang transportasi.
Selain itu, sejumlah LPK lain juga turut mendukung program ini, seperti LPK Manabu Ambarawa, LPK Zai Cilacap, LPK Takahiro Cilacap, LPK Tanaka Batang, LPK Hinata Pati, LPK Satomi Cilacap, dan LPK Ibaraki Klaten.
Bowo Kristianto menegaskan pentingnya kolaborasi ini. “Kami menggandeng LPK-LPK di daerah itu untuk turut bersama-sama mengembangkan program ini, menjadi potensi-potensi unggul dari para siswa untuk mengikuti tes SSW TG Driver, sebab kalau ini berhasil tentu akan menjadi kebanggaan kita, karena ini perdana dilakukan di luar negara Jepang,” jelasnya.
Sebagai informasi, LPK Hiro Karanganyar berada di bawah naungan PT Hiro Sejahtera Bersama dan telah berpengalaman mengirimkan ribuan siswa magang ke Jepang sejak 2004. Para peserta magang ini ditempatkan di berbagai sektor, termasuk pengelasan, pengecoran logam, konstruksi, garmen, peternakan, dan pertanian.
Program Japan Indonesia Driving School menjadi langkah inovatif dalam memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di sektor transportasi Jepang. Keberhasilan program ini diharapkan semakin membuka jalan bagi generasi muda yang ingin berkarier di luar negeri dengan keterampilan khusus. [fiq/suf]






