Ngawi (beritajatim.com)– Warga di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah. Gas bersubsidi tersebut sulit ditemukan baik di pangkalan resmi maupun di tingkat pengecer.
Di Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Minggu (15/3/2026) siang, sejumlah warga yang datang ke pangkalan elpiji terpaksa pulang dengan membawa tabung kosong karena stok gas habis.
Kelangkaan elpiji 3 kilogram ini dirasakan warga sejak menjelang bulan Ramadan. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah warung dan toko pengecer di Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, yang tidak memiliki stok gas untuk dijual kepada masyarakat.
Selain sulit didapat, harga elpiji 3 kilogram juga melonjak tajam. Jika tersedia, harganya berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per tabung, jauh di atas harga eceran yang biasa dibeli warga.
Sukiran, salah satu warga, mengaku telah berkeliling ke beberapa tempat untuk mencari elpiji, namun tidak berhasil mendapatkannya.
“Sudah mencari ke tiga tempat tapi kosong semua. Kalau tidak ada gas saat puasa seperti ini bagaimana? Terpaksa nanti pakai kayu bakar. Kalau pun ada, harganya sampai Rp40 ribu,” ujarnya.
Kelangkaan juga dirasakan para pengecer. Yanto, salah seorang pengecer elpiji di wilayah tersebut, mengatakan pasokan gas yang biasanya didapat kini sulit diperoleh.
“Tidak dapat stok, sudah mencari ke mana-mana jauh dari rumah. Pelanggan saya juga akhirnya menunggu. Kalau pun ada, harganya bisa sampai Rp40 ribu,” katanya.
Pengecer lainnya, Budi Santoso, menambahkan jatah pasokan elpiji yang diterimanya juga berkurang drastis.
“Kasihan warga mencari tidak ada. Jatah kami sekarang hanya 20 tabung, padahal sebelumnya bisa sampai 70 tabung. Saya sudah berusaha mencari, tapi tidak ada. Harganya tadi sudah tembus Rp40 ribu,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengecek kondisi di lapangan dan memastikan ketersediaan gas elpiji 3 kilogram menjelang Lebaran.
Sementara itu, Sales Branch Manager Kediri VI Gas PT Pertamina Patra Niaga, Gatot Subroto, memastikan ketersediaan elpiji 3 kilogram di wilayah Ngawi dalam kondisi aman.
“Kalau ada kelangkaan silakan dilaporkan, nanti kami cek. Jangan sampai itu hanya isu. Yang jelas ketersediaan gas aman menjelang Idulfitri,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak panik terhadap ketersediaan elpiji 3 kilogram karena Pertamina terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang perayaan Idulfitri. [fiq/aje]






