Pasuruan (beritajatim.com) – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Pasuruan sejak siang hingga malam memicu peristiwa tanah longsor di Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan Jumat (5/12/2025) malam.
Longsoran besar merusak rumah warga dan menelan satu korban jiwa.
Pergerakan tanah terjadi secara tiba-tiba ketika hujan belum mereda sehingga warga tidak memiliki waktu cukup untuk menyelamatkan diri. Tim gabungan BPBD bersama relawan menemukan korban dalam keadaan meninggal setelah proses pencarian dilakukan.
Korban diketahui bernama Sueb, 46 tahun, yang rumahnya tertimbun material longsor di Dusun Tlogosari, Desa Tlogosari. Satu rumah lain milik warga bernama Malika juga mengalami kerusakan berat dengan kondisi dinding runtuh.
BPBD Kabupaten Pasuruan menyebut risiko longsor meningkat karena kondisi tanah jenuh air akibat hujan lebih dari dua jam tanpa jeda.
“Cuaca ekstrem ini menyebabkan tekanan tanah meningkat dan memicu longsor, sehingga masyarakat di daerah lereng wajib meningkatkan kewaspadaan,” ujar Kalaksa BPBD Pasuruan Sugeng Hariyadi, Sabtu (6/12/2025).
Sugeng menyampaikan bahwa tim reaksi cepat telah diturunkan untuk evakuasi, pendataan, dan penanganan darurat rumah terdampak. “Kami melakukan asesmen, distribusi logistik kedaruratan, dan memindahkan warga dari lokasi rawan agar tidak terjadi korban tambahan,” tambahnya.
Hingga Jumat dini hari, BPBD masih melakukan pemantauan karena potensi longsor susulan dinilai masih tinggi. “Struktur tanah belum stabil dan pergerakan kecil masih terpantau, sehingga warga diminta tetap menjauh dari lokasi longsoran,” tegas Sugeng kembali.
Pemerintah daerah meminta warga Kabupaten Pasuruan, khususnya di wilayah pegunungan, untuk segera menghubungi layanan 112 atau Pusdalops BPBD bila muncul tanda awal pergerakan tanah. BPBD juga menekankan bahwa deteksi dini masyarakat sangat menentukan keselamatan jiwa saat cuaca ekstrem berlangsung. (ada/ted)






